Wednesday, January 8, 2020

Tempat-tempat Angker di Banyuwangi (Indonesia)


Banyuwangi adalah salah satu kabupaten dengan tingkat kemajuan paling tinggi di Jawa Timur maupun di Indonesia. Namun di balik kemajuannya yang sekarang ini, Banyuwangi memiliki sejarah mistis yang sangat kuat, salah satunya adalah tragedi 1998 yang menewaskan banyak orang yang dicurigai memiliki ilmu ghaib. Kabupaten yang pernah dijuluki “Kota Santet” ini memiliki tempat-tempat yang berbau mistis. Tak heran jika Banyuwangi menjadi tujuan bagi orang-orang yang ingin mempelajari ilmu hitam atau bertapa. Lalu apa saja tempat wisata mistis yang ada di Banyuwangi? Berikut ini adalah ulasannya.

1. Goa Istana



Goa yang terletak di Alas Purwo ini sering dijadikan oleh orang untuk bersemedi. Bahkan sang bapak proklamator Indonesia yaitu Bung Karno pernah bersemedi disini. Karena banyaknya orang yang bersemedi di tempat ini, maka tak heran jika banyak ditemukan sesajen disini. Selain itu umat Hindu juga sering mengadakan ritual di tempat ini.

Menurut cerita rakyat setempat, disinilah Bung Karno bertemu dengan penguasa laut selatan yaitu Nyi Roro Kidul. Pada jaman dahulu disinilah para raja berkumpul dan bertukar pikiran serta menenangkan diri. Goa ini yang paling sering dikunjungi untuk bertapa ataupun mencari ilmu ghaib. Menurut pandangan dari seorang paranormal, goa ini dijaga oleh dua prajurit bertubuh besar dan banyak makhluk dari bangsa jin yang tinggal disini. Di goa ini jugalah pusat dari Alas Purwo. Jika diibaratkan sebagai sebuah kerajaan, disinilah keratonnya.

2. Rawa Bayu



Rawa Bayu di Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi memang sangat hening dan terkenal sebagai tempat yang singup (angker). Telaga itu menyimpan sejarah Blambangan yang penuh linangan air mata dan tetesan darah.

Di salah satu sudut di pinggir telaga itu terdapat petilasan Raja Blambangan Tawang Alun ketika bersemedi merenungi kematian dua adiknya yang berperang melawan dirinya. Di tempat ini memang sering muncul penampakan wanita atau laki-laki.

Di tempat inilah awal mula Kabupaten Banyuwangi lahir. Pada tanggal 18 Desember 1771, di tempat ini terjadi pertempuran antara Kerajaan Blambangan dengan Belanda. Dengan kesaktian para Pati Raja dan tekat rakyat Blambangan, perang ini dimenangkan oleh Kerajaan Blambangan. Banyaknya korban yang berjatuhan membuat rawa ini menjadi hunian oleh makhluk halus. 

Salah satu sosok yang menjaga Rawa Bayu adalah seseorang yang dinamakan Nyai Resek. Wujud Nyai Resek sendiri mempunyai wajah yang cantik dan bijaksana. Di sekelilingnya dijaga oleh prajurit-prajurit dan perempuan-perempuan yang lain. Tak heran jika Rawa Bayu pernah memakan tumbal seorang anak yang mandi di sekitar rawa.

3. Pantai Boom



Pantai yang dulu dijadikan sebagai pelabuhan utama kota Banyuwangi ini ternyata pernah menjadi saksi tragedi yang mengerikan yaitu tragedi INKAI. Tragedi ini memakan banyak korban, penyebabnya adalah gelombang air laut yang besar tiba-tiba datang sehingga menyeret karateka yang latihan disana ke laut. Tercatat terdapat 26 karateka yang meninggal termasuk dengan sang pelatih.

Ketika ada kru supranatural yang menyelidiki kejadian tersebut, mereka mendapatkan serangan dari ribuan jin yang datang dari laut hingga salah satu kru dari mereka kerasukan namun masih bisa diatasi oleh sang supranatural. Menurutnya di tempat ini merupakan dapur dari kerajaan besar bangsa jin dan pusat dari kerajaan tersebut berada di Alas Purwo. 

4. Watu Dodol



Apabila Anda sering beperpegian ke Bali lewat jalur darat, terutama lewat utara Jawa Timur, yaitu kawasan Situbondo, maka saat memasuki wilayah Banyuwangi Anda akan disambut Gapura Kejut. Ada patung Gandrung (kesenian khas Banyuwangi) di sebelah kiri. Asal usul Watu Dodol, konon Batu itu berasal dari barang jualan Kyai Semar yang terjatuh di tempat itu.

Sedang berasnya tumpah, menjadi pasir yang bersih di sekitar Pantai Watu Dodol. Konon alat pukulnya, kayu kelor, terlempar dan menancap di sela-sela batu di sebelah kanan jalan (kalau dari arah barat). Hal ini juga aneh, karena di celah batu bisa tumbuh pohon kelor. Bagi masyarakat Jawa, kelor merupakan senjata pamungkas untuk menghilangkan segala pengaruh mistik yang dimiliki seseorang. Seperti ilmu kanuragan atau ilmu hitam, diyakini akan luntur bila bersentuhan dengan kayu kelor. Sementara bagi warga asing, merupakan bahan sayur segar yang disajikan pada siang hari. Terutama pada hari ke-2 dan setelah pada Idul Fitri. Bisa dipastikan, banyak orang asing yang memasak sayur daun kelor. 

Keanehan lain adalah adanya air tawar yang keluar dari bibir pantai di Watu Dodol, padahal di sekitarnya adalah air asin. Masih menurut cerita tadi, konon air berasal dari bekal minum Kyai Semar yang tumpah. Bagi orang yang percaya bahwa air itu merupakan air kehidupan. Mereka ada yang membawa pulang, dengan berbagai alasan yang dipercayainya sendiri.

Pantai yang dulunya menjadi tujuan favorit di Banyuwangi ini teryata memiliki sejarah yang kental akan dunia lain. Itu terbukti dari peristiwa yang pernah terjadi disini, salah satunya adalah dukun yang pernah digantung hidup-hidup disini. Selain itu, disini juga terdapat beberapa monumen yang dipercayai memiliki hubungan dengan dunia ghaib, sebut saja patung Gandrung yang menjadi ikon dari Kabupaten Banyuwangi ini. Patung ini jika malam akan terlihat bergerak sendiri dan menari-nari.

Ada juga batu besar yang ada di tengah Jalan Watu Dodol. Pada jaman pemerintahan Belanda dulu batu ini sempat akan dipindahkan agar tidak menghalangi jalan, namun dalam upayanya memindahkan batu ini tidak membuahkan hasil. Berbagai cara telah dilakukan, termasuk menariknya dengan kapal besar. Akan tetapi yang terjadi justru kapal tersebut malah yang tenggelam. Batu ini diyakini sebagai paku bumi Pulau Jawa, jika batu ini dihancurkan maka Pulau Jawa akan tenggelam.

Di bibir Pantai Watu Dodol terdapat sebuah sumur kecil yang katanya disitulah tempat lahir Sunan Giri. Dan air yang ada di dalam sumur tersebut dipercaya berkhasiat untuk kesehatan tubuh.

Selain ketiga monumen di atas, di Watu Dodol juga terdapat sebuah bunker peninggalan Jepang yang dulunya digunakan sebagai tempat pengintai kapal musuh. Di dalam bunker ini sangatlah gelap dan ujung dari bunker ini ditutup dikarenakan adanya hewan buas seperti macan. Namun ada juga cerita yang mengatakan bahwa di ujung bunker ini bisa tembus sampai ke Alas Purwo.

5. Pabrik Saranite



Pabrik ini merupakan salah satu pabrik kapal yang sudah tidak beroprasi lagi, dan kabarnya di tempat ini sering terjadi hal-hal aneh. Itulah salah satu penyebab mengapa pabrik ini tidak beroperasi lagi. Salah satu kejadian yang mengagetkan adalah kapal baru yang tiba-tiba berada di dermaga, padahal tidak ada yang memindahkan. Konon kapal tersebut pindah sendiri karena belum “diselameti”. 

Di pabrik ini juga terdapat sebuah cerobong asap yang katanya menjadi sangkarnya seekor naga besar. Selain dijaga oleh seekor naga di tempat ini juga dihuni oleh noni-noni Belanda yang mendiami perumahan yang berada tak jauh dari pabrik.

6. Rumah Sakit Inggris



Bekas rumah sakit yang berada di depan Gesibu Blambangan ini memiliki sejarah yang kelam. Tempat ini pernah dijadikan sebagai tempat pembantaian oleh Belanda. Di tempat ini juga terdapat pohon beringin yang besar, dan menurut warga sekitar, jika malam telah tiba terdengar suara jeritan-jeritan minta tolong dan katanya sering terjadi penampakan seorang noni Belanda yang berlalu-lalang disini.

7. Keraton Macan Putih

Keraton yang didirikian oleh Prabu Tawang Alun ini adalah tempat yang disakralkan oleh warga sekitar. Warga sekitar mempercayai bahwa di tempat inilah Prabu Tawang Alun muksa atau menghilang jasadnya dan kembali kepada Tuhan. Menurut pandangan seorang supranatural, tempat ini dijaga oleh seekor macan putih. Dan di dalam keraton ada jin yang mengaku sebagai Prabu Tawang Alun.

8. Alas Purwo



Alas Purwo adalah sebuah kawasan hutan Taman Nasional di bawah lingkup Departemen Kehutanan dan Perkebunan. Alas Purwo terletak di ujung timur Pulau Jawa, tepatnya di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Bagi masyarakat sekitar nama Alas Purwo memiliki arti sebagai hutan pertama, atau hutan tertua di Pulau Jawa. Tak heran bila masyarakat sekitar menganggap Alas Purwo sebagai hutan keramat. Sehingga selain diminati sebagai tujuan wisata alam, kawasan Alas Purwo juga diyakini memiliki situs-situs yang dianggap mistis yang menjadi magnet bagi para peziarah untuk melakukan berbagai ritual di hutan ini.

Alas Purwo adalah sebuah alas (hutan) yang memiliki luas sebesar 434 km dan merupakan salah satu taman nasional terbesar di Indonesia yang menampung ribuan flora dan fauna di Pulau Jawa. Selain dikenal dengan cagar alam yang indah, Alas Purwo juga dikenal sebagai hutan terangker dan menjadi misteri yang tak terpecahkan hingga saat ini. Penduduk setempat percaya bahwa tempat ini adalah tempat berkumpulnya jin seantero nusantara.

Konon sejak sebelum masa penjajahan tidak ada satu orang manusia pun yang bisa pulang dengan selamat ketika memasuki Alas Purwo. Bahkan manusia yang meninggal di tempat ini tidak bisa ditemukan jasadnya. Bagi yang bisa keluar dengan selamat dari tempat ini maka akan mendapatkan musibah dan kecelakaan. Karena mitos ghaib yang melegenda, banyak orang datang kesini untuk menimba ilmu ghaib dan bertapa disini. Lebih dari 40 goa terdapat di tempat ini, dan hampir semuanya dihampiri orang untuk melakukan pertapaan.

9. SMA Pandan Banyuwangi 

Dulu pernah ada kisah dua orang gadis yang habis pulang mengaji dan melewati dua pohon beringin yang memang ada di sekolah itu. Gadis ini mengajak temannya untuk iseng melewati pohon beringin tersebut. Saat lewat, ada sesuatu yang mengenainya. Saat akan mengambil barang tersebut untuk dibuang, benda yang awalnya dikira batu itu ternyata adalah sepotong tangan yang keriput, penuh darah, serta gosong.

Tuesday, January 7, 2020

Misteri Gedung Joelma (Brazil)




Pada hari Jumat tanggal 1 Februari 1974 terjadi kebakaran hebat yang menghanguskan gedung tinggi 25 lantai bernama Gedung Joelma di Sao Paulo, Brazil. Kebakaran ini disebabkan oleh AC di lantai 12 yang konslet, dan hanya dalam waktu satu setengah jam gedung ini terbakar hangus. Saat itu Gedung Joelma dihuni oleh 750 orang, dengan lebih dari setengahnya mengalami luka-luka dan 179 orang meninggal dunia.

Waktu itu ada sekitar 500 orang yang berhasil keluar gedung, dan ada 170 orang yang naik ke rooftop. Namun sayangnya helikopter tidak bisa mendarat disana karena terlalu berbahaya. Karena itu ada yang mencoba melompat dari arah rooftop ke lantai di bawahnya hingga mencapai tangga pemadam kebakaran yang hanya sampai di lantai 15. Sebagian ada yang berhasil melakukannya, namun sebagian lagi justru terjatuh dan akhirnya meninggal dunia. Bahkan banyak orang yang sengaja terjun dari rooftop karena sudah kehilangan harapan.

Sekitar tengah hari akhirnya api bisa dipadamkan, pemadam kebakaran dan polisi memasuki gedung dan berharap kalau masih ada penghuni yang selamat, namun ternyata mereka semua sudah meninggal dunia. Mayat ditemukan tergeletak dimana-mana dengan kondisi yang mengerikan. Saat pemadam kebakaran berjalan dari lantai ke lantai untuk menganalisa dampak kebakaran, mereka menemukan lift yang tertutup rapat. Segera mereka membuka pintu itu, namun di dalamnya terdapat pemandangan yang sangat mengerikan. 

Di dalam lift itu penuh dengan tumpukan mayat-mayat yang terbakar. Panas dari logam di dalam lift mengakibatkan tubuh-tubuh mereka menyatu hingga membuat petugas kesulitan menghitung jumlah mayat yang ada disana. Beberapa saat kemudian baru diketahui kalau mayat yang ada di dalam lift berjumlah 13. Identitas mayat-mayat itu tak pernah diketahui dan tak ada keluarga yang mengambil mayat mereka sehingga mayat-mayat itu dikuburkan bersebelahan di Pemakaman St. Peter. Mereka kemudian dikenal sebagai “13 Jiwa”.

Yang kemudian juga menjadi perbincangan adalah tempat dimana Gedung Joelma dibangun. Dulu pada tahun 1948, ada seorang kimiawan bernama Paul Campbell yang tinggal disana bersama ibu dan 2 saudara perempuannya. Suatu hari entah kenapa Paul dengan kejamnya membunuh ibu dan kedua saudara perempuannya dengan keji. Ia menyeret ketiga tubuh mereka keluar rumah sebelum kemudian ia bunuh diri. Anehnya salah satu petugas paramedis yang membawa mayat mereka ke rumah sakit tiba-tiba meninggal beberapa hari kemudian. Karena itulah masyarakat percaya kalau tempat itu terkutuk.

Bertahun-tahun kemudian Gedung Joelma direnovasi dan berganti nama menjadi Praça da Bandeira. Namun setelah kejadian kebakaran itu tempat ini menjadi berhantu, terutama di lantai 15 sampai lantai 25. Kejadian menyeramkan mulai dari penampakan di tangga, alarm kebakaran dan lift yang tidak berfungsi sering terjadi disini. Paranormal yang pernah datang kesana mengatakan kalau kebanyakan arwah yang bergentayangan disana tidak berbahaya, namun ada juga arwah yang jahat dan bisa membahayakan.

Monday, January 6, 2020

Rumah Hantu Milik Penyihir (Brazil)

Temanku Lily pindah ke sebuah kompleks perumahan di Salvador, Bahia, Brazil bersama dengan pacarnya, Adam. Sebagai sahabat Lily, aku sering menginap disana dan menjaga Fred, anjing kesayangan mereka, saat mereka berdua pergi berlibur. Rumah ini masih terlihat baik dan kokoh walaupun termasuk rumah tua. Sayangnya rumah ini berhantu dan aku bersama beberapa teman yang pernah menginap disini memiliki pengalaman buruk saat menginap.

Lily dan Adam senang mengundang teman-teman untuk sekedar ngobrol atau mengadakan pesta disni. Suatu hari pernah aku sendirian di dapur untuk mengambil minuman dan aku merasa seperti ada orang yang mengawasiku disana, langsung saja aku keluar dari tempat itu secepat mungkin. Pengalamanku bertemu dengan hantu di rumah itu adalah saat aku harus menjaga Fred, saat itu aku menginap disana sendirian karena Lily dan Adam sedang pergi keluar kota. Aku berada di lantai dua dan tidur di salah satu kamar ketika kudengar Fred terus menggonggong dari ruang tamu. Jadi aku turun ke lantai bawah untuk memeriksa keadaannya, kemudian karena haus aku memutuskan untuk mengambil air minum di dapur. Disana kurasakan sensasi aneh yang sama seperti dulu, dan saat kubalikkan badan kulihat sosok pria mengenakan jubah berwarna biru. Sosok itu menghilang dengan sekejap dan tak sempat kulihat wajahnya, sementara aku hanya berdiri kaku disana, ketakutan setengah mati.

Malam selanjutnya aku menginap lagi, kali ini Lily dan Adam sudah pulang jadi aku merasa sedikit tenang. Aku sudah mau tidur dan mematikan lampu ketika kurasakan sensasi yang sama seperti di dapur, ada angin yang berhembus dan kudengar sebuah suara bertanya, “Apa yang kamu lakukan disini?” sosok itu kemudian muncul, kulihat kulitnya hitam namun aku tidak bisa melihat wajahnya. Aku langsung memejamkan mata dan berdoa agar sosok itu segera hilang, aku tidak berani membuka mataku sampai kemudian aku tertidur.

Hari berlalu dan setiap aku berkunjung ke rumah Lily aku selalu bertemu dengan hantu tersebut, bahkan aku pernah mendengar suara anak kecil menangis di tengah malam, suara orang tertawa, suara langkah kaki, bantingan pintu, kadang-kadang suhu ruangan tiba-tiba berubah menjadi dingin dan Fred yang menggonggong tanpa henti. Lily sendiri tidak percaya dengan ceritaku karena ia memang tidak percaya akan adanya hantu. Namun 6 bulan setelah ia menempati rumah itu, hubungannya dengan Adam menjadi renggang. Mereka sering cekcok dan Adam seperti berubah menjadi sosok yang kasar dan memperlakukan orang lain dengan buruk. Aku mengatakan kepada Lily untuk memanggil pendeta dan membersihkan rumah ini, namun Lily justru memanggil dukun dan situasi di rumah menjadi semakin parah. Adam menjadi semakin kasar dan agresif.
Beberapa bulan setelahnya aku kembali menginap disana, kebetulan ibu Lily juga sedang berkunjung jadi kita memutuskan untuk membicarakan tentang rumah itu. Ia bertanya kepadaku apakah pernah merasakan sensasi aneh saat berada di dapur, lalu kuceritakan lagi pengalaman yang kualami dulu, baru saat itulah Lily percaya. Lily mengatakan kalau ia merasa ada seseorang yang ada di ruangan itu bersamanya dan sosok itu tidak suka akan keberadaan Lily di rumah itu.

Malam itu aku memutuskan untuk tidur di sofa ruang tamu karena aku akan menonton TV semalaman. Tetapi aku justru tertidur dan saat bangun aku merasa ketakutan setengah mati. Saat itu kulihat jiwaku seperti meninggalkan tubuhku, aku dapat melihat badanku yang sedang tidur di sofa. Aku melihat ke arah jendela dan disana aku melihat seorang perempuan sedang berjalan dan melambaikan tangan ke arahku. Saat aku mengalihkan pandanganku kulihat Adam sedang melihatku dengan pandangan penuh amarah dan kebencian. Tubuhku berusaha sekuat tenaga untuk bangun, dan saat akhirnya aku bisa bangun, napasku terasa sesak dan tubuhku gemetar ketakutan. Aku duduk di sofa dan berdoa semalaman, saat itu aku menyadari kalau apapun yang berada di rumah ini telah mempengaruhi pikiran dan hati Adam.

Setelah semua kejadian yang mengerikan itu, akhirnya Lily memutuskan untuk pindah rumah, masih di kompleks yang sama hanya berada di seberang jalan. Ia dan Adam sudah mengakhiri hubungan mereka dan Adam juga sudah pindah dari rumah itu. Suatu hari ia memintaku untuk membantunya pindah rumah, ia ingin aku menginap dan paginya baru memindahkan semua barangnya. Aku memutuskan untuk membiarkan semua lampu menyala karena takut, berharap tidak akan mengalami kejadian mengerikan lagi, namun sayangnya aku masih saja mengalami kejadian aneh. Saat itu aku bermimpi bertemu dengan seorang anak laki-laki berusia 5 tahun, ia berlari dari kamarku ke kamar Lily kemudian menangis. Aku mengikutinya ke kamar Lily, disana tak kutemukan anak laki-laki itu, yang kulihat hanya Lily menghampiriku, memelukku dan berkata, “Jangan khawatir, aku ada disni untuk membantumu... jangan takut.” 

Aku bangun dengan napas terengah-engah kemudian kudengar suara langkah kaki di dalam kamar. Karena ketakutan aku memutuskan untuk pergi ke ruang tamu mencari Fred, berharap ia bisa melindungiku. Aku berbaring di sofa di dekat Fred yang sedang tidur, dan tiba-tiba kudengar suara perempuan bergumam, seperti suara seorang ibu yang meninabobokan bayinya. Aku berdoa, “Tuhan tolong hentikan semua ini,” namun suara itu tak kunjung hilang. Kudengar suara seseorang berbisik, “Tak akan kubiarkan kau tidur malam ini,” dan situasi itu berlangsung hingga pagi.

Kami segera mengemasi semua barang dan memindahkannya ke rumah baru Lily. Aku sangat lega karena tidak lagi berada di rumah mengerikan itu. Beberapa saat kemudian penjaga rumah lama Lily datang untuk mengambil kunci rumah, dan saat kutanya mengenai rumah itu katanya memang tak ada yang betah tinggal di rumah itu lebih dari satu tahun. Sepuluh tahun yang lalu rumah itu dimiliki oleh seorang penyihir jahat dan disana sering dilakukan berbagai macam ritual sihir hitam. Penyihir itu berkulit hitam dan sering menggunakan jubah berwarna biru, persis seperti yang aku lihat di dapur dulu.

Aku yakin hantu si penyihir jahat itu masih bergentayangan di rumahnya, menakut-nakuti manusia, mempengaruhi yang lemah untuk berbuah kejahatan. Aku juga yakin kalau banyak arwah yang terperangkap juga disana, mungkin seorang anak kecil atau seorang wanita, aku tidak tahu pastinya. Yang aku tahu setiap aku datang ke rumah baru Lily dan duduk di teras depan, kurasakan seperti ada yang mengawasiku dari rumah penyihir itu.

Hantu Di Toko Roti (Brazil)

Dua tahun yang lalu aku pernah bekerja di sebuah toko roti yang cukup besar di Belo Horizonte, Brazil. Tugasku adalah untuk menjaga dan membersihkan toko itu di malam hari. Aku biasanya bekerja sendirian dan dua bulan pertama semuanya berjalan normal tanpa ada kejadian menghawatirkan. Namun memasuki minggu ke sembilan, kejadian aneh mulai terjadi. Malam itu hujan lebat mengguyur kota, aku berada di lantai satu untuk membersihkan bagian dalam toko. Saat sedang asyik mengepel, tiba-tiba aku mendengar suara berisik dari basement toko yang digunakan untuk menyimpan bahan-bahan pembuat roti. Aku langsung turun ke bawah dan disana kutemui salah satu rak kayu tua patah, dan barang-barang di atasnya jatuh berhamburan. Kantung-kantung tepung robek dan isinya menyebar ke segala arah. Aku tidak berpikir yang aneh-aneh saat itu, karena memang rak kayu tersebut sudah tua jadi mungkin sudah tidak kuat karena beban berat di atasnya. Yang aku pikirkan hanya bagaimana nanti aku membersihkan semua kekacauan itu, pasti sangat melelahkan.

Aku kembali ke lantai atas dan menyelesaikan tugas mengepel lantai kemudian beristirahat sejenak sebelum ke basement dan membereskan kekacauan disana. Aku makan sambil menonton TV di lantai atas dan sekitar 25 menit kemudian aku turun ke basement sambil membawa sapu dan pel. Namun saat sampai disana kulihat ada sesuatu yang aneh, di atas tepung yang berceceran itu ada beberapa jejak kaki manusia, padahal tadi aku sama sekali tidak mendekat ke arah tempat  itu. Aku langsung pergi ke lantai atas dan menelpon polisi karena menurutku itu adalah jejak kaki perampok yang masuk ke dalam toko roti. Aku pergi keluar toko dan menguncinya dari luar sehingga perampok itu tidak bisa keluar dari toko. 

Sepuluh menit kemudian polisi datang ke toko dan memeriksa semua tempat, tetapi mereka tidak menemukan perampok itu, bahkan mereka sudah mengecek CCTV dan terlihat tak ada seorang pun di toko itu kecuali aku. Aku pun keheranan dibuatnya, polisi justru menyangka kalau aku hanya main-main dan mengerjai mereka. Untungnya bosku yang mengetahui kejadian itu keesokan harinya tidak mempermasalahkannya, karena toko masih aman dan tidak ada sesuatupun yang hilang.

Dua minggu berlalu dan tidak ada kejadian aneh yang kualami, sampai suatu malam saat aku sedang bersih-bersih kudengar seseorang memanggil namaku, suara seorang laki-laki. Aku kaget saat itu karena tidak ada orang lain disana dan di luar toko juga sepi. Aku tidak mau lagi memanggil polisi atau melapor kepada bosku karena takut dipecat jika mengakibatkan kekacauan lagi. Aku mulai mencari di semua ruangan namun tak menemukan seorang pun, aku justru menemukan sesuatu yang menarik di basement. Rak kayu tua yang patah dua minggu yang lalu belum dibenarkan dan di belakangnya kulihat seperti pintu kecil kusam yang selama ini tertutup oleh rak kayu itu. Karena penasaran aku buka pintu kecil itu, kuarahkan senter ke dalamnya dan kutemukan kotak kayu tua di dalamnya yang sudah penuh debu. Kuambil kotak kayu itu dan kubuka, di dalamnya berisi potongan artikel dari sebuah koran lama. 

Koran itu diterbitkan pada bulan Desember 1986, isinya mengenai seorang mantan pemilik toko roti yang harus menjual tokonya karena ia memiliki banyak hutang. Pemilik toko yang tidak dapat menerima situasi itu kemudian menjadi stress dan meninggal. Penyebab kematiannya adalah bunuh diri, di siang bolong ia menyelinap ke toko roti yang dulu dimilikinya dan gantung diri, saat itu ada 12 orang yang melihat kejadian mengerikan itu. Entah kenapa koran itu menampilkan foto mayat pria malang itu tanpa ditutup-tutupi, kulihat matanya mengeluarkan darah dan dari mulutnya juga keluar cairan coklat. Benar-benar mengerikan. Aku sudah ketakutan setengah mati membaca berita itu, namun di ujung artikel kulihat ada alamat toko roti yang dimaksud dan aku semakin kaget karena ternyata toko itu adalah toko dimana aku bekerja saat ini.

Segera kumasukkan kembali koran itu dan kukembalikan ke dalam ruangan kecil di belakang rak. Aku langsung menaiki tangga, namun baru beberapa langkah kudengar kran di ruangan basement itu menyala sendiri tanpa ada yang menyentuhnya. Aku turun lagi ke bawah dan mematikan kran itu, lalu kudengar suara laki-laki yang sama memanggil-manggil namaku. Yang lebih mengerikan lagi, seperti ada orang menepuk pundakku dengan tangannya yang dingin dan ada yang bernapas terengah-engah di belakangku. Aku langsung lari tunggang langgang dan keluar dari toko untuk menunggu pegawai yang datang esok hari. Setelah kejadian menyeramkan itu aku langsung berhenti bekerja dan tidak pernah mengunjungi tempat itu lagi.

Pohon Pemangsa Daging (Brazil)



Dikisahkan bahwa konon banyak para penjelajah dunia dan saksi hidup yang telah menemukan pohon-pohon pemangsa daging manusia, berikut ini adalah kisah dari para penjelajah dunia yang menemukan dan menyaksikan peristiwa yang mengerikan dari pohon pemangsa daging manusia. Di Brazil telah ditemukan pohon besar yang mempunyai sifat karnivora (pemakan daging) namun pohon tersebut tidak diketahui keberadaanya. 

Seorang peneliti dari Brazil mengklaim telah melihat pohon ini di belakang orang-orang yang sedang berkumpul pada tahun 1878. Ia menceritakan kisahnya ke surat kabar dan media asing setempat dan mengklaim bahwa penduduk asli di hutan Brazil telah mengorbankan manusia untuk pohon. Dan dia benar-benar diundang untuk menyaksikan ritual pohon memakan manusia ini. Pohon itu memiliki tinggi sekitar sepuluh meter, memiliki daun yang berukuran panjang yang penuh dengan duri dan berbisa. 

Dari akar pohon ini tumbuh setengah lusin benang sari. Ketika korban didekatkan ke pohon ini, maka benang sari ini akan menyebarkan diri dan mengelilingi di sekitar kepala korban dan bahu cabang hijau akan melilit seperti ular melingkari tubuh korban. Kemudian beberapa akar akan naik pelan-pelan dan menutup seluruh korban dan akar ini mengeluarkan cairan berwarna merah muda sebagai pelumas agar kulit dari tubuh korban terlepas, setelah terlepas pohon itu akan memisahkan tulang-tulang dari korban.

Ada juga yang mengatakan bahwa ada sebuah pohon seperti ular dan pohon ini berada di Sierrea Madre, yang terletak di Meksiko. Pohon ini digambarkan sebagai pohon yang memiliki cabang sensitif, berlendir dan bentuknya seperti ular. Jika ada seekor binatang yang hinggap/menaiki pohon itu, maka pohon itu akan memakan binatang itu melalui celah dari dahan pohon yang sekaligus sebagai mulut dan akan terbuka lebar bagaikan ular ingin memakan mangsanya, setelah pohon itu melahapnya kemudian pohon itu akan membuang tulang dari binatang itu. Ada seorang pria sekaligus sebagai saksi hidup telah menyentuh pohon itu tanpa disengaja, tiba-tiba saja pohon itu langsung mencengkram tubuhnya dan membelit tubuhnya dengan dahan yang kuat, tetapi pria ini berhasil melepaskan diri dari pohon ular itu, tetapi sayangnya dia kehilangan beberapa kulit di tubuhnya, sebagaian kulitnya telah terkelupas akibat cengkraman kuat dari pohon itu.

Ada sebuah kisah dari Kapten Arkright pada tahun 1581 yang sedang melakukan study tour dari pulau Pasifik Selatan untuk mempelajari tentang Bunga Kematian, bunga ini berada di Pulau El Banoor, atau sebutan lainya ialah Island of Death. Bunga ini sangat indah, memiliki warna yang mencolok, memiliki aroma yang sangat wangi dan memiliki ukuran yang sangat besar sekali, dan bunga ini juga sangat berbeda dari bentuk bunga-bunga lainya, sehingga seorang bisa masuk ke dalam bunga itu dan berteduh di salah satu kelopaknya, kelopak dari bunga ini seperti sebuah gua kecil tetapi jika bunga ini sedang lapar maka akan menjadi pemandangan yang sangat mengerikan. Ada seorang pria yang sedang terpesona dan terkagum oleh bunga ini, dan tanpa pikir panjang pria itu langsung berbaring santai di salah satu kelopaknya tetapi setelah itu menjadi peristiwa yang sangat mengerikan, bahwa bunga itu akan menutup kelopaknya dan mengeluarkan cairan asam dari dinding kelopak bunga dan mencerna korban itu hidup-hidup.

Dan terakhir dari kisah Pohon Perangkap Monyet. Ada seorang penjelajah hutan Brasil, dan ia bernama Mariano Da Silva, ia telah kembali untuk ekspedisinya dari perbatasan Brasil dan Guyana. Tujuan pergi ke sana adalah ia akan mencari penduduk Indian Yatapu untuk bahan study tour-nya. Selama di perjalanan bahwa ia telah melihat sebuah peristiwa yang sangat mengerikan, ada sebuah pohon yang akan memakan seekor monyet. Dikatakan bahwa ketika pohon itu sedang lapar maka ia mengeluarkan aroma yang sangat tajam yang akan memancing korban terutama seekor monyet sebagai pemangsa utama pohon ini, maka pohon itu diberi julukan sebagai Pohon Perangkap Monyet. Ketika seekor hewan memanjat batang pohon ini, maka hewan itu akan tertimbun oleh dedaunan, dan setelah sekitar 3 hari kemudian maka timbunan dari dedaunan ini akan terbuka dan menjatuhkan tulang dari hewan yang berhasil ia mangsa dan akan menunggu waktu makan berikutnya.

Wednesday, December 18, 2019

Rumah Terkutuk (India)



Sebuah rumah yang terletak di jantung kota New Delhi, lama tak berpenghuni karena dianggap membawa sial bagi siapapun yang tinggal di situ. Rumah seluas 5.500 meter persegi itu bisa ditemui di alamat 33 Sham Nath Marg, area Civil Lines. Sebuah lokasi paling strategis di New Delhi. Rumah bertingkat dua ini mempunyai tiga kamar, ruang gambar, ruang makan, dan beberapa ruang konferensi. Juga dilengkapi dengan kamar untuk para penjaga dan pembantu serta staf. Posisi bangunan berada di tengah lapangan rumput yang luas, sehingga siapapun bisa bermain bola di situ. Halaman belakangnya dihiasi sebuah kolam air mancur. Namun, properti premium seharga jutaan dolar ini dianggap membawa sial bagi siapa pun yang tinggal di situ. Dari mulai seretnya karier mereka hingga kematian. 

Civil Lines dibuat oleh Inggris saat menduduki India sebagai daerah akomodasi bagi pejabat senior, penduduk (Inggris) usia tua di tahun 1920-an. Boleh jadi, rumah tersebut dibangun di tahun yang sama. Setelah merdeka, rumah itu menjadi tempat tinggal untuk Menteri India, karena hanya 100 meter dari gedung legislatif Vidhan Sabha. Menteri pertama yang memakai rumah itu adalah Chaudhary Brahma Prakash di tahun 1952. Di tahun 90-an, rumah ini dipakai juga oleh Madan Lal Khurana. Keduanya kehilangan pekerjaan sebelum waktunya dan rumah itu dianggap menjadi penyebabnya. 

“Sudah tidak ada yang mau tinggal disitu semenjak Khurana kehilangan pekerjaannya. Rumor beredar kalau rumah itu berhantu dan membawa sial. Pejabat tinggi lain seperti menolak untuk tinggal di situ,” kata wartawan Sujay Mehdudia yang pernah meliput parlemen New Delhi tahun 80 sampai 90-an. Namun di tahun 2003, Menteri Deep Chand Bandhu memilih untuk tinggal di situ. Saat itu, ia tidak memedulikan nasihat ajudan dan orang-orang terdekat untuk tidak tinggal di rumah itu.

“Dia bilang, dia tidak percaya takhayul dan memilih untuk menempati rumah itu. Tapi tak lama kemudian dia jatuh sakit. Ia terkena meningitis dan meninggal di rumah sakit,” tambah Mehdudia.

Tragedi kematian Bandhu semakin memperkuat bahwa rumah itu telah dikutuk dan tidak ada yang mau menempati rumah itu selama 10 tahun berikutnya. Banyak menteri atau birokrat menolak untuk tinggal di situ.
Tahun 2013, birokrat senior Shakti Sinha memutuskan untuk menggunakannya dan mengatakan bahwa ia menikmati tinggal disitu. Namun, lagi-lagi ia tidak dapat menyelesaikan jabatannya dan harus hengkang dari properti premium itu. Namun sekarang rumah berarsitektur tahun 20an ini punya majikan baru. Properti ini menjadi kantor Delhi Dialogue Comission yang dibentuk oleh Menteri Arvind Kejriwal. 

Ashish Khetan, wakil komisi, mengatakan bahwa rumah yang katanya berhantu itu adalah cerita sampah belaka. “Yang saya tahu properti ini sangat luar biasa mahalnya tapi tidak ada satu pun pejabat yang mau tinggal disini, karena dianggap terkutuk dan berhantu,” kata Khetan.

“Di abad dimana kita berbicara bahasa digital dan India sudah menerbangkan satelit ke luar angkasa, tampaknya (isu) kutukan ini harus segara dipatahkan,” tambahnya lagi.

Menurut salah satu asisten Khetan ketika datang pertama kali ke rumah itu, “Ruangan-ruangan terisi dengan tempat tidur dan furnitur yang rusak.”

Hanya dalam beberapa minggu, rumah ini dibersihkan. Sekarang harum dengan cat baru. Korden baru dibiarkan terbuka agar cahaya matahari bisa masuk ke ruangan. Marmer anak tangga melingkar tampak bersinar, ruangan konferensi berperabot baru dan pekerjaan tampak menumpuk. Kamar-kamar yang sekarang diubah jadi kantor menjadi sarang aktifitas para staf, yang berjumlah lebih dari tiga lusin ditambah muka-muka segar para anak magang.

“Semua orang disini bersumpah untuk tidak percaya takhayul dan berperilaku ilmiah. Sangat memalukan saat orang berpendidikan percaya ilmu hitam,” kata Khetan.

Wartawan juga menanyakan kepadanya apakah ia  pernah merasakan keberadaan hantu semenjak pindah ke rumah itu?

“Tidak, justru kami mencari mereka. Dan kalau ketemu, saya akan mempekerjakan mereka. Kami kekurangan banyak pegawai,” katanya berseloroh.

Saat Inggris menjajah India, Inggris memindahkan ibukota dari Kolkata ke New Delhi. Civil Lines menjadi “ibukota sementara”, kata sejarawan New Delhi, Narayani Gupta.

“Inggris cepat sekali membangun bangunan-bangunan di area ini untuk para pejabat mereka, dan rumah-rumah yang elegan buat para pegawai negeri Inggris sampai ibukota terbentuk,” katanya.

Area ini menjadi area bersejarah dari tahun 1912 hingga 1929. Bangsawan India pernah tinggal disini, begitu pula komandan militer Inggris. Tempat ini juga menjadi saksi ketika Lord Mauntbatten –perwakilan kerajaan Inggris di India– melamar Edwina di tahun 1922.

Penulis dan fotografer Dhruva Chaudhuri yang juga besar di Civil Lines mengatakan rumah di 33 Sham Nath Marg dibangun tahun 20-an. 

“Saat kami kecil di tahun 1930 sampai 1940an, kakak dan saya sering berjalan-jalan di wilayah Civil Lines. Dulu ada undakan tanah di sebelah rumah itu, dan kami sering memanjat undakan itu dan melongok melihat rumah itu.”

Menurut Chauduri, rumah itu ditempati oleh orang berkebangsaan Inggris silih berganti, salah satunya adalah manajer Delhi Electric Supply.

“Bangunan itu menarik perhatian kami. Kami sering melihat keluarga keluar masuk, duduk di kebun dan minum teh.”

“Waktu itu, tidak ada yang mengatakan kalau rumah itu terkutuk. Hanya beberapa dekade terakhir saat orang-orang mulai mengatakan bangunan itu adalah bhoot bangla (bungalo tempat para hantu tinggal),” katanya sambil terbahak.

Dow Hill, Hutan yang Angker di India



Saat berbicara tentang India, pikiran kita pasti akan tertuju pada keeksotisan budaya dan bangunan bersejarahnya. Tapi India ternyata juga punya tempat yang dianggap angker dan menyeramkan. Salah satu tempat yang dimaksud adalah sebuah hutan yang bernama Dow Hill di kota kecil Kurseong, Bengal Barat. Kurseong adalah sebuah kota yang posisinya di perbukitan dan diapit oleh Bangladesh di sebelah kanan dan Nepal di kirinya. Kota ini bukan merupakan salah satu destinasi wisata populer di India. Namun jika bicara tempat-tempat angker, horor dan menyeramkan di India maka Kurseong ini selalu masuk dalam daftarnya. Beberapa website internasional yang mengulas tempat-tempat berhantu seperti Ghost Stories World dan Indian Ghost Stories hingga situs pariwisata Travel And Leisure pernah mengulas tentang tempat ini.

Kurseong lokasinya cukup jauh dari New Delhi, ibukota negara India. Untuk menuju ke sana kita harus naik pesawat selama 1 jam dan mendarat di Bagdogra Airport di kota Siliguri. Dari sana, tinggal 1 jam naik mobil ke Kurseong. Di kota yang dihuni sekitar 45 ribu orang ini terdapat kawasan perbukitan yang diberi nama Dow Hill, sebuah hutan yang cukup lebat dan tak berpenghuni. Di satu sisi, hutan ini menawarkan suasana yang sejuk dan dari sana terlihat pemandangan kota Kurseong yang cantik. Tapi di sisi lain, masyarakat setempat akan berpikir dua kali jika mau menjelajahi hutannya.

Sudah dari ratusan tahun silam, cerita hantu anak kecil tanpa kepala sangat terkenal disana. Konon barang siapa yang menjelajahi hutannya, entah sendiri atau berkelompok pasti akan diikuti oleh langkah kaki dan suara anak kecil. Begitu menampakan diri, anak kecil itu tidak mempunyai kepala! Yang paling sering melihatnya adalah para penebang kayu. Menurut pengakuan mereka, anak kecil itu seolah ingin mengajak bermain dan masih memakai seragam sekolah serta membawa tas. Berlarian dan bersembunyi di balik pepohonan, untuk membuat orang-orang penasaran. Bukan cuma itu, masih banyak penampakan hantu-hantu lain di dalam hutannya. Seperti hantu wanita berpakaian abu-abu, sepasang mata merah menyala, bercak darah di pohon-pohon, serta suara tangisan dari dalam hutan.

Masyarakat setempat percaya, Dow Hill merupakan tempat orang-orang untuk bunuh diri. Di hutannya juga sering ditemui korban-korban pembunuhan. Maka hantu-hantu yang bergentayangan disana diyakini adalah arwah gentayangan. Percaya tak percaya, itu semua kembali pada pribadi masing-masing. Yang pasti, Dow Hill di Kurseong ini masuk dalam daftar 10 tempat paling berhantu di India.

Hantu Wanita Bergaun Putih di Balete Drive (Filipina)


Ternyata negara Filipina punya sosok hantu yang terkenal di dunia, orang menyebutnya White Lady. Penampakan hantu wanita berpakaian gaun panjang berwarna putih ini memang menjadi penggambaran umum kebanyakan hantu perempuan di dunia. Namun hantu perempuan yang satu ini memiliki ‘keistimewaan’ yang membuatnya terkenal. Hantu itu ada di Quenzon City, Filipina.

Di Filipina sendiri, kisah hantu bergaun putih itu masih menjadi kontroversi, ada yang percaya tapi ada juga yang menganggapnya tipuan semata. Namun mayoritas penduduk mempercayai hal ini karena mengaku banyak yang melihat penampakannya. 

Cerita yang berkembang adalah, hantu perempuan itu kerap berdiri di tengah jalan di Balete Drive, berambut hitam panjang, wajah kosong, tubuh berlumuran darah. Jadi disarankan bahwa kalian jangan melintasi jalan itu pada malam hari. Kalaupun terpaksa, jangan biarkan mobil kalian kosong, pastikan semua kursi terisi penumpang. Hal ini untuk menghindari mobil kalian ditumpangi oleh si White Lady.

Email Dari Seorang Pembunuh (Belanda)

Kisah ini aku alami ketika aku melanjutkan kuliah S3 di salah satu universitas di negara Belanda. Ketika itu sedang gencar-gencarnya kabar pembunuhan beruntun yang diawali dengan adanya kiriman email dari seorang pembunuh. Hingga kini sudah 9 warga Belanda terbunuh dengan tragis yang diawali dengan adanya email tersebut. Dan hingga kini pun pihak kepolisian masih menyelidiki mengenai hal itu.

Menurut kabar yang aku dengar, email tersebut berisi kisah pembunuhan yang tragis, inilah isi dari email tersebut: 

Seorang gadis meninggal pada tahun 1993 oleh seorang pembunuh yang sangat keji. Sebelum menguburkan mayat gadis ini sang pembunuh itu meneriakkan ucapan, “Toma sota balcu!”. Apa yang terjadi? Sekarang ini kalian telah membaca mantra itu dan kalian akan bertemu gadis kecil ini di tengah malam, dia akan berdiri di sisi tempat tidur kalian entah di sebelah kanan atau kiri menatap langsung ke mata kalian dengan mata yang berlumuran darah dan dia akan mencekik kalian seperti apa yang dia alami saat terbunuh.

Begitulah isi dari email mengerikan tersebut, dimana tidak diketahui dari mana alamat pengirim itu berasal. Namun yang membuat aku tidak begitu khawatir, kabarnya semua korban adalah orang Belanda asli. Untunglah aku bukan asli orang Belanda.

Malam ini aku pergi ke perpustakaan kampus untuk mencari bahan-bahan referensi penelitianku. Tiba-tiba handphone-ku berbunyi. Suara nada sms. Ku ambil handphone di saku celanaku lalu ku buka, ada satu pesan masuk tapi tidak jelas identitasnya. Begitu aku buka dan baca, sms itu berisi: Segera buka dan baca emailku.... PENTING.

Aku tidak berpikiran yang macam-macam ketika itu. Aku mengira itu sms dari Adi, temanku yang tadi sudah janjian bertemu ke perpustakaan tapi hingga kini belum muncul. Aku pun segera membuka laptopku dan cek mail masuk. Namun, tidak ada email dari Adi, yang ada hanya email dari seseorang yang tidak aku kenal. Karena rasa penasaran aku segera membuka email itu. 

Alangkah terkejutnya aku, begitu membaca email yang berisi:

Seorang gadis meninggal pada tahun 1993 oleh seorang pembunuh yang sangat keji. Sebelum menguburkan mayat gadis ini sang pembunuh itu meneriakkan ucapan, “Toma sota balcu!”. Apa yang terjadi? Sekarang ini kalian telah membaca mantra itu dan kalian akan bertemu gadis kecil ini di tengah malam, dia akan berdiri di sisi tempat tidur kalian entah di sebelah kanan atau kiri menatap langsung ke mata kalian dengan mata yang berlumuran darah dan dia akan mencekik kalian seperti apa yang dia alami saat terbunuh.

Rumah Hantu (Belanda)

Pada bulan Desember 1975, George dan Kathleen serta anak-anak mereka pindah ke sebuah rumah di 117 Waalsdorperweg, Belanda. Kabarnya 13 bulan sebelum keluarga Lutz pindah, Ronald DeFeo, Jr., pemilik sebelumnya, telah menembak mati enam anggota keluarganya di rumah itu. Setelah 28 hari keluarga Lutz tinggal di rumah itu, mereka mulai merasakan hal-hal aneh dengan rumah tersebut. 

Rumah bernomor 117 di Waalsdorperweg itu telah kosong selama 13 bulan setelah DeFeo membunuh anggota keluarganya, hingga pada Desember 1975 keluarga Lutz membeli rumah tersebut seharga $80.000. Rumah yang memiliki enam kamar tidur ini dibangun dengan gaya kolonial Belanda, dan memiliki atap yang melengkung. Rumah ini dilengkapi dengan kolam renang dan sebuah rumah tempat penyimpanan kapal. George dan Kathy telah menikah pada bulan Juli 1975 dan mempunyai rumah mereka sendiri, namun ingin memulai kembali dengan memiliki rumah baru. Kathy mempunyai tiga anak dari pernikahan sebelumnya, Daniel (9), Christopher (7), dan Melissa alias Missy (5). Mereka juga memiliki seekor anjing Labrador yang diberi nama Harry. Selama pengecekan mereka saat akan membeli rumah tersebut, oleh agen mereka telah diberitahukan mengenai pembunuhan yang dilakukan oleh DeFeo, namun mereka menganggap hal itu bukanlah masalah.

Keluarga Lutz pindah ke rumah tersebut pada 18 Desember 1975. Sebagian besar mebel dari keluarga DeFeo masih ada, karena semuanya termasuk dalam kesepakatan jual beli. Seorang teman George Lutz telah mempelajari tentang masa lalu sejarah rumah tersebut, dan mendesak agar mereka melakukan pemberkatan. Namun mereka tidak mengerti cara-caranya. George mengenal seorang Pendeta Katolik yang bernama Bapa Ray, dan ia bersedia untuk melakukan pemberkatan. 

Bapa Ray adalah seorang pengacara, imam Katolik, dan seorang psikoterapi yang tinggal di 18 Theresia straat. Ia tiba untuk melaksanakan berkat pada sore hari tanggal 18 Desember 1975 di saat George dan Kathy sedang membongkar barang-barang mereka. Ketika ia mengibaskan air suci yang pertama dan mulai untuk berdoa, ia mendengar suara dengan jelas yang mengatakan, “Keluar!” –”Get out!”

Di saat meninggalkan rumah tersebut, ia tidak menceritakan kejadian itu kepada George maupun Kathy. Pada 24 Desember 1975, Bapa Ray menelepon George Lutz dan menasihatkan agar dia tidak menggunakan ruang dimana ia telah mendengar suara yang aneh tersebut. Ruang ini adalah ruangan yang direncanakan Kathy digunakan sebagai ruang jahit, dan tadinya adalah kamar tidur Marc dan Yohanes Matthew DeFeo. Percakapan telepon terputus secara tiba-tiba, dan kunjungan berikutnya ke rumah tersebut mengakibatkan Bapa Ray menderita demam tinggi dan pada lengannya dijumpai tanda yang mirip dengan tanda stigmata.

Pada mulanya, George dan Kathy Lutz tidak merasakan hal yang aneh dengan rumah mereka. Namun kemudian, mereka merasa bahwa “masing-masing dari mereka tinggal di suatu rumah yang berbeda”. Ada beberapa pengalaman aneh yang dialami keluarga Lutz selama tinggal di rumah itu, antara lain sebagai berikut.

  1. George selalu terbangun sekitar pukul 03:15 setiap paginya, dan kemudian keluar ke rumah tempat penyimpanan kapal. Waktu tersebut diperkirakan adalah waktu dimana DeFeo membunuh anggota keluarganya.
  2. Rumah mereka selalu diganggu oleh segerombolan lalat di setiap musim dingin.
  3. Kathy mendapat mimpi buruk tentang pembunuhan dan saat dimana ia melakukan persetujuan pembelian rumah tersebut. Anak-anak mereka juga mulai tertidur dengan terlungkup, posisi yang sama saat mayat DeFeo ditemukan.
  4. Kathy merasakan seolah-olah “sedang dipeluk” dengan penuh kasih oleh suatu kekuatan yang tidak terlihat.
  5. Kathy menemukan sebuah ruang kecil yang tersembunyi (sekitar empat kaki) di belakang basement. Dindingnya bercat merah dan ruangan itu tidak tampak di dalam denah rumah. Ruangan itu kemudian dikenal dengan nama “The Red Room”. Ruangan ini memiliki pengaruh terhadap anjing mereka Harry, yang selalu menolak untuk mendekat dan selalu berjongkok seolah-olah merasakan sesuatu yang negatif.
  6. Ada udara dingin, bau parfum dan kotoran di dalam rumah, dimana tidak terdapat saluran udara atau jalur bagi sumber tersebut.
  7. Putri mereka yang berumur lima tahun, Missy, mengisahkan teman imajinasinya yang bernama “Jodie” yang memiliki mata yang sangat merah.
  8. George selalu dibangunkan oleh bunyi bantingan pintu depan. Ia akan segera ke lantai bawah dan menemukan anjing mereka tertidur dengan suara keras di depan pintu. Tidak ada orang lain yang mendengar suara itu kecuali dia.
  9. George mendengar apa yang diuraikan sebagai “Marching Band Jerman” atau suara seperti radio yang tidak disetel dengan frekuensi yang tepat. Namun ketika ia ke menuju lantai bawah, suara gaduh akan berhenti.
  10. George dikatakan memiliki kemiripan kuat dengan Ronald DeFeo, Jr., dan mulai bermabukan di The Witches’ Brew, bar dimana DeFeo pernah menjadi pelanggannya.
  11. Ketika mengecek tempat penyimpanan kapal pada suatu malam, George melihat sepasang mata merah yang sedang memperhatikan dia dari jendela kamar tidur Missy. Ketika ia pergi ke atas untuk melihatnya, ia tidak menemukan apa-apa. Kemudian disimpulkan bahwa itu adalah “Jodie”.
  12. Ketika di tempat tidur, Kathy mendapatkan bekas merah di dadanya disebabkan oleh suatu kekuatan tak terlihat, dan ia diangkat sekitar dua kaki dari tempat tidurnya.
  13. Kunci, jendela, dan pintu rumah dirusakkan oleh suatu kekuatan yang tak terlihat.
  14. Terdapat belahan kuku binatang yang besar di salju yang kemudian dihubungkan dengan seekor babi besar pada 1 Januari 1976.
  15. Dari dinding aula dan lubang kunci dari pintu kamar bermain yang ada di loteng keluar lumpur yang berwarna hijau.
  16. Sebuah salib 12 inchi yang digantung Kathy di kamar kecil ditemukan terpasang terbalik dan menyemburkan bau.
  17. George tersandung oleh sebuah keramik singa Tiongkok yang memiliki tinggi sekitar empat kaki, yang kemudian meninggalkan bekas gigitan pada salah satu mata kakinya.
  18. George melihat Kathy berubah menjadi seorang wanita tua yang berumur sekitar 90an tahun, dengan rambut acak-acakan, muka dengan kerutan dan berbentuk buruk, dan air liur yang menetes dari mulutnya yang ompong.

Setelah memutuskan bahwa ada yang tidak beres dengan rumah mereka, yang tidak dapat dijelaskan secara rasional, George dan Kathy Lutz melaksanakan suatu pemberkatan dengan cara mereka sendiri pada 8 Januari 1976. George memegang sebuah salib yang terbuat dari perak selagi kedua-duanya membacakan “Doa Para Raja”, dan dari ruang tamu mereka, menurut dugaan banyak orang terdengar suara paduan suara yang meminta agar mereka berhenti, “Will you stop!”

Di pertengahan Januari 1976, dan setelah usaha pemberkatan yang dilakukan oleh George dan Kathy, mereka mengalami kejadian yang kemudian menjadi malam terakhir mereka berada di rumah itu. Keluarga Lutz menilai bahwa segala kejadian yang terjadi sebagai sesuatu yang sangat menakutkan, “too frightening”.

Setelah berkonsultasi dengan Bapa Ray, mereka memutuskan untuk mengambil beberapa barang kepunyaan mereka dan memutuskan untuk tinggal di rumah ibu Kathy di dekat Deer Park, New York. Pada 14 Januari 1976, George dan Kathy Lutz bersama ketiga anaknya dan anjing mereka Harry, meninggalkan rumah dan meninggalkan banyak barang di belakang rumah tersebut. Hari berikutnya, seorang tukang ditugaskan untuk memindahkan barang-barang untuk dikirim ke keluarga Lutz. Ia melaporkan ada fenomena yang tidak normal di dalam rumah itu.

Selama keluarga Lutz tinggal dirumah 117 Waalsdorperweg, Stephen Kaplan, seorang ahli vampire, dipanggil untuk menyelidiki rumah itu. Di malam 6 Maret 1976, rumah tersebut juga diselidiki oleh Ed dan Lorraine Warren, sepasang suami istri yang berprofesi sebagai demonologi, bersama dengan kru dari sebuah stasiun televisi di Belanda. 

Selama penyelidikan dengan menggunakan sinar infra merah, terlihat gambaran yang menurut dugaan adalah seorang anak laki-laki demonic dengan mata menyala. Rumah itu juga diselidiki oleh seorang parapsikologi, Hans Holzer. Warren dan Holzer berpendapat bahwa rumah tersebut diduduki oleh kekuatan jahat, berkaitan dengan sejarah masa lalu rumah tersebut.

Kecelakaan Mengerikan Di Jembatan Veluwemeer (Belanda)



Pada tahun 1930 telah terjadi sebuah kecelakaan yang sangat mengerikan di jembatan Veluwemeer dimana ketika lima mobil yang sedang melaju telah menabrak satu sama lain di jembatan dan semua orang di dalam mobil telah tewas dan tidak ada yang ditemukan dalam keadaan hidup.

Tempat insiden kecelakaan tersebut, jembatan Veluwemeer, ketika itu jarang dilalui oleh para pejalan kaki, sepeda, mobil, sepeda motor dan traktor, kemudian tidak ada seorang pun yang melihat kecelakaan itu terjadi dan kecelakaan ini masih tetap utuh di hari berikutnya, dan kelima mobil itu pun masih tetap berada di atas jembatan dengan keadaan yang sangat mengenaskan. Akhirnya, setelah malam tiba, ada seorang petani yang sedang mengendarai sebuah traktornya di jalan dan menemukan insiden kecelakaan tersebut, dengan wajah yang panik, petani itu pun segera memberitahu kepada polisi setempat bahwa ada sebuah kecelakaan di atas jembatan Veluwemeer.

Ambulan dan paramedis pun telah berdatangan ke tempat lokasi, petugas kepolisian telah menemukan 12 mayat di dalam mobil di antaranya orang-orang dewasa dan anak-anak, kemudian mayat-mayat mereka semua dimasukkan ke dalam mobil ambulans dan kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat untuk diteliti lebih lanjut, dimana mereka semua diidentifikasi dan diberikan pemakaman. Kemudian tragedi kecelakaan ini menjadi sangat populer di wilayah tersebut. 

Namun, tak lama setelah insiden kecelakaan tersebut, petani yang telah menemukan dan melaporkan kecelakaan tersebut telah berkata bahwa setiap kali ia menyeberangi jembatan Veluwemeer dengan traktornya, tiba-tiba saja traktornya berhenti tanpa sebab. Kemudian ketika traktornya telah berhenti ia akan mendengar suara ketukan berjumlah 13 kali di belakang traktornya kemudian diikuti dengan suara-suara aneh, suara itu seperti suara seseorang dengan nafas terengah-engah.

Tak hanya petani itu yang merasakan peristiwa aneh tersebut, melainkan para penduduk setempat lainnya pun mengatakan hal yang sama. Mereka mengatakan bahwa ketika mereka sedang mengemudi, tiba-tiba saja mobil mereka berhenti secara mendadak ketika mereka melintasi jembatan Veluwemeer. Dan selama mobil mereka berhenti, mereka selalu diikuti oleh seseorang atau sesuatu yang mengetuk mobil bagian belakang mereka selama 13 kali dan kemudian terdengar suara-suara aneh seperti suara seseorang yang sedang bernafas terengah-engah, mereka pun berpikir ini mungkin hanya perbuatan seseorang dengan kejahilanya di atas jembatan, untuk mencuri barang-barang mereka dari dalam mobil, kemudian mereka tidak pernah membuka pintu mobil karena mereka sangat khawatir dengan pencuri tersebut dan kemungkinan mereka membawa senjata tajam untuk mengambil apa yang telah mereka inginkan.

Petani itu pun mulai bertanya-tanya di dalam pemikiranya, ia hanya bergumam, “Apakah petugas kepolisian dan paramedis telah berhasil menemukan semua mayat-mayat tersebut?”

Petani itu mulai gundah dan ia pun merasa ada yang ganjil. Mungkin ada sesuatu dibalik kecelakaan tersebut, kemudian dengan rasa penuh penasaran ia pun mulai menyelidikinya di kawasan jembatan Veluwemeer dan akhirnya petani itu sampai menelusuri ke dalam hutan di pinggir jalan. Saat ia mulai kelelahan dan putus asa, ia memutuskan untuk duduk dan menyandarkan tubuhnya di pohon yang rindang dengan semilir angin yang tipis sepoi-sepoi. Kemudian di saat-saat kelelahannya, matanya tertuju pada sesuatu dibalik pohon di hadapanya. Kedua matanya tertuju pada sebuah objek yang tepat berada di bawah pohon. Kemudian ia pun bergegas bangkit dan memeriksa dengan penuh kewaspadaan dan bertanya-tanya apakah objek tersebut, kemudian tanpa sadar ia berteriak, “ASTAGA! Ya Tuhan...”

Apakah yang ia lihat itu? Yang ia lihat adalah seonggok mayat yang sudah membusuk. Mayat tersebut ditemukan tanpa lengan. Lengan bagian kanannya telah menghilang dan telah berlumuran darah di pakaianya, sepertinya ada sesuatu yang mengoyak lengannya sampai putus dari tubuhnya. Kemudian pada bagian wajahnya, mulutnya ternganga lebar dan dipenuhi oleh gumpalan darah yang mulai mengering dan bagian lidahnya pun juga menghilang.

Ternyata seonggok mayat itu adalah salah satu korban dari insiden kecelakaan di jembatan tersebut. Tetapi kenapa mayat tersebut bisa sampai berada di dalam hutan? Dan apa yang membuatnya sampai masuk ke dalam hutan? Namun yang terpenting adalah petani itu telah menemukan 1 korban lagi dan korban dalam kecelakaan tersebut menjadi 13 orang. Dan menurut hasil penelitian dari paramedis ternyata mayat tersebut sebenarnya korban yang berhasil bertahan hidup dari kecelakaan. Namun sayang ada sesuatu yang membuatnya kehilangan nyawa di dalam hutan. 

Menurut laporan forensik, pada mayat tersebut telah ditemukan sebuah tindak kekerasan dan membuatnya kehilangan anggota tubuhnya seperti lengan dan lidah. Dalam hasil pemeriksaannya, tim medis telah menemukan sebuah kuku yang sangat tajam yang menempel di bagian lenganya, dan kuku tersebut adalah milik dari seekor beruang. Sungguh sangat tragis, sebenarnya ia masih hidup setelah kecelakaan maut itu, tetapi ia bernasib malang ketika di dalam hutan. Ternyata ada seekor beruang liar yang menghabisi nyawanya. Beruang tersebut telah mengoyak lengannya hingga terputus dan memakan lidahnya.

Setelah itu, penduduk setempat percaya bahwa korban yang terakhir tersebut jiwanya telah menghantui jembatan Veluwemeer. Karena ada salah satu penduduk yang melihatnya di malam hari, ketika ia pulang kerja tepat sekitar jam 10 malam dan melewati jembatan tersebut. Tiba-tiba saja mobil yang ia kendarai mati secara mendadak. Ia pun sangat heran kenapa mobil yang ia tumpangi tiba-tiba mati di atas jembatan, kemudian ia bergegas keluar dari mobil dan memeriksa mesinnya. 

Tiba-tiba saja ia mendengar ada yang mengetuk mobil belakangnya, ketukanya berjumlah 13 kali dan dilanjutkan dengan suara desahan nafas terengah-engah seperti suara seseorang yang sedang kelelahan. Ketika ia lihat apa yang terjadi di belakang mobilnya, ia telah melihat ada seseorang yang sedang berdiri di sudut belakang mobilnya. Kemudian ia merasa ketakutan dan lari meninggalkan mobilnya, apa yang ia lihat? Dia melihat sosok tersebut berlumuran darah di bagian mulut dan lengannya, sepertinya ia ingin meminta pertolongan darinya. Tetapi yang membuatnya lari ketakutan adalah kedua kaki orang tersebut sama sekali tidak berpijak di atas jembatan melainkan dalam keadaan melayang. Konon sampai saat ini hantunya masih tetap menghantui jembatan Veluwemeer.

Toilet Tua Di Kampus

(Gambar Hanya Ilustrasi, bukan tempat kejadian sebenarnya) Kalau sudah libur, asrama disini, tidak peduli asrama putri ataupun putra, termas...