Wednesday, April 7, 2021

Orang Asing Di Garasi Rumah


Gambar Hanya Sebagai Ilustrasi, Bukan tempat kejadian Sebenarnya.


Malam itu aku pulang ke rumah, dan sampai di rumah sekitar pukul 10:15 malam. Setelah menaruh sepeda motorku di dalam garasi dan tidak lupa untuk menguncinya, aku segera masuk ke kamarku. Kali ini orang tuaku tidak marah padaku karena aku sedang mengerjakan tugas kelompok di rumah temanku, ada beberapa tugas sekolah yang belum terselesaikan dan guru meminta untuk dikumpulkan tugas itu esok hari. Sungguh hari yang sangat membosankan karena kali ini tugasku sangat banyak. Sesampai di rumah, suasana rumah sudah dalam keadaan gelap, semua lampu ruangan sudah dimatikan begitu juga dengan orang tuaku, kakak dan adikku sudah tertidur pulas di kamar mereka masing-masing dan aku juga merasakan letih yang begitu berat. Saat tiba di kamarku, aku langsung mematikan lampu kamar dan menuju tempat tidur untuk memeluk erat gulingku kemudian aku langsung tertidur pulas.

Saat itu entah mengapa aku mengalami mimpi buruk dan terbangun tepat di pukul 02:10 pagi. Ketika itu aku sangat terkejut dengan apa yang kuimpikan dan aku juga tidak bisa menjelaskanya. Kulihat jam di samping tempat tidurku menunjukan pukul 2:10 pagi. Ini masih terlalu malam untuk bangun tidur, saat itu aku sungguh merasa sangat kesal dan aku tidak bisa melanjutkan tidur, setiap kali aku menutup kedua mata ini tetap saja selalu terbuka. Aku sangat beruntung karena jadwal sekolah esok hari aku masuk siang. Tak lama kemudian aku ingin buang air kecil dan menuju ke toilet, jika malam hari lampu di setiap ruangan di rumahku selalu dimatikan kecuali dapur dan kamar mandi karena kedua ruangan tersebut tidak boleh dimatikan sampai pagi. Setelah selesai buang air aku langsung menuju kamarku dan duduk di atas tempat tidur. 

Berpikir apa yang akan aku lakukan malam ini, terpikir untuk menonton tv, memainkan game di komputer atau mendengarkan musik itu semua hanya membuatku bosan. Di tengah kebingungan aku membuka setengah tirai jendela di kamarku untuk melihat situasi lingkungan di rumahku. Tiba-tiba apa yang aku tangkap dari pandanganku? Ada sesosok bayangan gelap berdiri tepat di samping mobil di garasi, entah apakah itu? Bayangan gelap itu menyerupai figur seorang pria. Karena aku mengira itu adalah pencuri oleh sebab itu aku sangat penasaran dan menangkapnya, sepertinya dia sedang mengintai mobil pribadi Ayahku, saat itu aku langsung berlari menuju ke kamar adikku, karena kamar adikku hampir dekat dengan bagasi mobil dan kamar adikku juga dalam keadaan gelap, aku sengaja tidak menyalakan lampu kamar agar pencuri itu tak tahu keberadaanku. Saat itu aku membuka tirai jendela kamar adikku perlahan-lahan dan mulai mengintip, siapakah sesosok bayangan itu?

Ternyata apa yang kulihat, itu adalah seorang pria. Pria itu memiliki tinggi sekitar 175 cm, berambut hitam, berkulit putih, dan mengenakan pakaian serba hitam. Aku juga sangat kurang jelas melihatnya karena lampu di area garasi juga dimatikan. Wajahnya pun sangat samar dan terlihat hanyalah mulutnya, tetapi aku melihatnya dengan jelas. Sungguh hebat, aku kagumpadanya, kenapa aku kagum padanya? Karena pintu garasi sudah terkunci sangat kuat sebelumnya olehku, dan dia sangat hebat bisa membukanya dari dalam, sungguh di luar dugaan. Setelah itu, aku terus memperhatikan gerak-gerik dari pria itu tetapi aku tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan darinya, dia hanya diam berdiri mematung tepat di samping mobil ayahku. Aku mulai merasakan hal yang aneh pada pria itu, kenapa dia hanya berdiam diri saja? Saat itu aku berpikir, seorang pencuri pasti sangatlah lihai dan licik, dia pasti menggunakan sebuah trik agar kita mudah dikelabui olehnya, tetapi aku merasa sangat aman pada pria itu karena dia tidak membawa perlengkapan apapun, aku bisa melihatnya di kedua tanganya.

Beberapa menit kemudian, aku sangat merasakan keanehan yang sangat luar biasa, karena selama beberapa menit yang dilakukan pria itu hanyalah berdiri tanpa bergerak sama sekali, sungguh aneh bukan? Kedua kakiku mulai lemas dan aku mulai merasa takut padanya. Saat itu pria itu menoleh tepat ke kamar adiku, tiba-tiba saja dengan reflek aku langsung menutup tirai jendela kamar. Gosh! Saat itu aku sangat terkejut dan kaget, kemudian keringat dingin mulai bercucuran di punggungku. Aku sangat merasa takut, apakah dia seorang pencuri atau seorang pembunuh? Saat itu pikiranku sangat kacau, aku hanya melihat adikku yang sedang berbaring tidur dan menikmati larutnya malam, dan di sini aku sedang merasakan jantungku yang berdebar-debar dan hampir putus. 

Saat itu aku mulai merasa panik yang luar biasa dan ingin membangunkan kedua orang tuaku, tetapi sebelumnya aku ingin melihat sekali lagi dari pria misterius itu, aku mulai membuka tirai dengan perlahan dan mengintip dari celah tirai, ternyata pria itu masih tetap berdiri mematung di samping mobil ayahku, apa sih yang ia lakukan di sana? Dan kalau memang dia seorang pencuri kenapa tidak langsung saja mencungkil pintu mobil, dan kenapa dia hanya berdiri dan mematung? Kemudian, tiba-tiba saja pria itu membalikkan tubuhnya dan pergi menuju pintu garasi, saat itu aku berpikir dan bernapas lega, akhirnya pria itu pergi menjauh dari rumahku. Tetapi ada yang aneh dari cara berjalan pria itu, dia berjalan terlihat mengambang, mungkin ini adalah efek dari mata mengantuk pikirku, kemudian aku mengusap kedua mataku berulang-ulang dan memandang pria itu berjalan, tetap saja pria itu berjalan dengan cara yang sangat aneh. Saat itu aku memperhatikan kedua kakinya, dan kali ini pria itu tidak memiliki kaki dan dia memang berjalan dengan mengambang. 

Oh tidak! Ternyata pria itu adalah hantu! Saat itu aku mulai panik dan penuh dengan keringat, pandanganku tetap tertuju ke pria itu, saat dia berjalan tiba-tiba saja dia menoleh menuju kamar adiku dan tepat memandangku. Wajahnya sangat pucat dan tanpa ekspresi matanya tertutup oleh rambut dan kemudian kedua kakiku merasa sangat lemas dan sangat sulit untuk digerakkan. Kemudian pria itu keluar dari bagasi dan kali ini aku sangat terkejut sekali apa yang aku lihat, aku melihat pria itu berjalan ke atas menuju ke langit dan lenyap di gelapnya malam.

Friday, March 26, 2021

18 Tempat Angker dan Horror yang Ada di Surabaya



Foto "Rumah Hantu Darmo"yang terkenal seram di Surabaya


Surabaya adalah salah satu kota bersejarah di Indonesia. Memiliki sejarah tak luput juga dari cerita-cerita rakyat setempat yang mengkeramatkan suatu lokasi yang mempunyai nilai mistik. Daripada hanya membahas bualan yang tidak ada artinya, mari kita cek tempat-tempat yang angker di kota surabaya ini.

Entah percaya atau tidak, cerita-cerita angker yang erat hubungannya dengan sosok hantu memang sudah seperti jadi budaya di Indonesia. Bahkan di setiap kota selalu memiliki cerita masyarakat sendiri yang sudah ada dari turun-temurun.

Mana saja tempat paling angker di Surabaya? Berikut ini kami uraikan tempat-tempat angker di Surabaya.

1. Rumah Hantu Darmo

Rumah hantu Darmo menjadi peringkat nomor 1. Rumah ini sudah ditinggalkan penghuninya lebih dari 10 tahun. Kabarnya mereka dibunuh oleh jin, yang terikat dalam satu perjanjian pesugihan. Tak sedikit warga sekitar yang mengaku mengalami kejadian-kejadian ganjil disana. 

Versi yang lain mengatakan ketika terjadi pembunuhan satu keluarga pada tahun 80 -an yang terdiri dari ayah, ibu, dan 3 orang anak, rumah ini sontak menguras perhatian publik karena banyaknya kejadian-kejadian ganjil pada rumah tersebut yang tidak tapat diterima akal sehat. Mulai dari seseorang yang menangis di malam hari, penampakan yang menjelma jadi seorang wanita cantik yang menggoda pengguna jalan, tumbuhnya pohon raksasa di depan rumah yang tidak dapat ditebang sampai akhirnya rumah ini tidak lagi menarik minat para pembeli lagi dan ditinggalkan begitu saja. 

2. Pantai Kenjeran

Tidak banyak tulisan yang mengabarkan kalau tempat ini angker. Padahal dulu dari sinilah sumber kekuatan terbesarnya Surabaya. Konon ada kerajaan ular di daerah sini. Pantai lama, pantai baru, serta di tikungan dari pantai lama menuju arah Nambangan, disinilah yang selalu memakan korban. Percaya atau tidak setiap tahun selalu ada saja orang tewas di 3 tempat tadi.

3. Delta Plaza

Delta Plaza yang megah ini ternyata didirikan di atas bekas Rumah Sakit UGD. Awal dari cerita suster gepeng juga berasal dari sini. Lokasi dimana sering munculnya penampakan wanita berbaju putih ialah di pepohonan dekat antara WTC dan Plaza-nya.

4. Kampus ITS

Menurut cerita, ada kuntilanak di jalan kembar di depan ITS. Ketika malam lewat jam 21.00, si kuntilanak suka menggoda para pengendara yang lewat di sana. Tapi sekarang jalan itu sudah diterangi banyak lampu dan jalannya sudah diperbaiki, jadi tidak bergelombang lagi. Tempat lainnya yang dikabarkan berhantu di sekitar situ adalah perpustakaan ITS, Teknik Sipil. Dikabarkan pernah ada mahasiswa gantung diri di tangga gedung).

5. Royal Plaza

Kabarnya pembangunan tempat ini banyak memakan korban. Ada yang jatuh dari lantai atas dan ada juga yang meninggal karena tertimpa alat berat. Pernah juga ada isu tentang terekamnya gambar pocong di Royal Plaza.

6. Universitas Airlangga

Selain dikenal sebagai kampus yang bergengsi, Universitas Airlangga juga dianggap sebagai lokasi yang angker terutama beberapa gedungnya. Universitas yang sudah ada sejak tahun 1847 ini dulunya merupakan sekolah untuk mendidik pemuda-pemuda Jawa yang berbakat di bidang kesehatan.

Karena beberapa gedungnya merupakan gedung kuno yang sudah ada sejak jaman dahulu, maka banyak sekali kisah-kisah horror yang terjadi di Universitas Airlangga, diantaranya adalah:

  • Naga di gedung Fakultas Kedokteran. Konon katanya   gedung ini dikelilingi oleh seekor naga besar yang hanya bisa dilihat oleh orang yang memiliki indra keenam. Seorang satpam di gedung FK mengatakan kalau naga itu adalah makhluk paling kuat di gedung FK. Kabarnya kalau kita berada di gedung FK pada malam hari maka kadang akan terdengar suara geraman keras yang dipercaya merupakan hembusan sang naga.
  • Genderuwo di pohon beringin dekat ruang DR-1 di gedung FK. Masih berada di Fakultas Kedokteran, salah satu tempat yang angker disana adalah ruang DR-1 dimana di bagian depan ruang itu ada beberapa pohon beringin yang besar dengan sulur-sulur yang panjang sehingga menciptakan suasana horror. Kabarnya banyak mahasiswa yang pernah melihat sosok makhluk bertubuh hitam besar (genderuwo) yang berada di pohon itu pada malam hari saat mereka lewat di daerah itu.
  • Pocong di ruang paduan suara. Menurut cerita, banyak mahasiswa yang sering melihat pocong di ruangan ini, yang letaknya masih dekat dengan gedung FK. Mahasiswa yang terpaksa datang ke kampus pada malam hari dihimbau untuk menjauhi ruangan ini.
  • Tangisan perempuan yang bunuh diri di parkiran. Ada yang mengatakan kalau kita memarkirkan kendaraan pada saat Maghrib atau malam hari dan mendengar suara tangisan perempuan maka tetaplah diam dan jangan menoleh untuk mencari sumber suara. Beberapa mahasiswa yang memilih menoleh mengatakan bahwa mereka melihat sosok yang mengerikan disana. Sosok itu adalah perempuan dengan pisau yang menancap di perutnya. Konon perempuan itu adalah orang yang dulu bertugas untuk menebang pohon di daerah itu namun kemudian bunuh diri disana.
  • Bunyi suara kaki diseret di dekat gedung Parasitologi. Pernah ada yang menguji nyali di area lantai tiga dekat gedung Parasitologi dan mengatakan kalau ia mendengar bunyi kaki diseret yang semakin lama semakin mendekat. Menurut cerita, suara itu berasal dari hantu seorang pekerja yang pernah mengalami kecelakaan kerja saat berada disana pada malam hari.
  • Lorong Fakultas Farmasi. Walaupun kita melewati lorong ini pada siang hari tetap saja kesan seram akan bisa dirasakan saat melewati lorong di Fakultas Farmasi ini. Menurut seorang pekerja, memang ada hantu usil yang berdiam di tempat itu. Banyak hal seram yang terjadi disana, mulai dari lampu yang tiba-tiba mati padahal keadaannya masih bagus, sampai ada juga yang terjatuh seperti ada yang menjegal kakinya.
  • Suara tangisan di Laboratorium Biotek. Laboratorium yang ada di lantai dua gedung Farmasi ini juga dikenal angker. Pernah ada tiga orang mahasiswi yang sedang mengerjakan tugas sampai malam di ruangan ini dan tiba-tiba mendengar suara tangisan dari pojok ruangan, namun begitu dilihat ternyata tidak ada siapapun disana.
  • Sumur mayat di gedung FK. Salah satu tempat paling angker di gedung FK adalah ruangan di departemen Anatomi dan Histologi. Kabarnya di dalam ruangan itu ada sebuah kolam formalin berisi mayat-mayat untuk keperluan praktek mahasiswa. Jika ada seseorang yang berjalan sendirian disana konon akan mengalami hal-hal menyeramkan.
7. Rumah Sakit Dr. Soetomo

Mungkin gara-gara banyaknya orang yang meninggal karena dirawat di rumah sakit inilah, konon banyak arwah yang bergentayangan dan perawat disini mengaku sering mendengar suara ringkikkan dan tangisan di dalam kamar mayat.

8. Rumah Sakit Darmo

Banyak pengakuan dari para perawat serta pegawai rumah sakit yang sering melihat kemunculan suster yang kakinya tidak menyentuh tanah, serta terdengarnya suara rintihan di waktu tengah malam.

9. Makam Pahlawan 

Makam ini sudah terlihat seram di pagi hari, apalagi kalau sudah malam. Salah satu yang membuat lokasi ini mengerikan adalah adanya makam di tugu Pahlawan. Salah satu gedung di sekitar tugu Pahlawan adalah gedung tua Bank Indonesia yang pernah terlihat ada sosok pendekar jaman dulu dengan pakaian khas Madura berkeliling kantor di malam hari. Dan ada juga kisah tukang bersih-bersih yang dikejar pocong. Masih berminat mau berkunjung disana saat malam hari?

10. SMA Komplek (SMA N 1, SMA N 2, SMA N 5, SMA N 9)

Bangunan lama, apalagi sejak jaman Belanda, sering digunakan sebagai tempat persemayaman makhluk ghaib dan disini adalah gudangnya setan. Berdasarkan cerita dari teman-teman yang sekolah disana, banyak hal-hal yang ganjil terjadi ketika sore menjelang malam. 

Hal seram yang terjadi antara lain; suara papan tulis yang digetok-getok, toilet yang keluar air sendiri, banyak terlihat tentara pelajar tanpa kepala berkeliaran, guru Belanda yang sedang dansa, hingga suara mesin ketik di tengah malam.

11. Gedung Grahadi

Masih merupakan peninggalan bangunan jaman Belanda, gedung Grahadi adalah rumah dinas Gubernur Jawa Timur. Sebagai bangunan lama, Grahadi dulu difungsikan sebagai peristirahatan pejabat Belanda. Semakin berjalannya waktu, kisah horror di Grahadi semakin muncul. Seperti seringkali terlihat ada sosok hantu Belanda berjalan di antara lorong. 

12. Balai Pemuda

Dulu pada jaman Belanda, Balai Pemuda adalah tempat hiburan no 1 di Surabaya. Para warga Belanda dulu suka berdansa dan minum-minum semalaman disana. Kalau sekarang sudah dipakai untuk acara pernikahan atau konser musik. Di samping gedung itu dulu ada pohon beringin yang sampai tahun 2004 masih diberi sesajen, namun untuk sekarang pohon itu sudah ditebang. Yang menyeramkan adalah beberapa orang pernah mendengar alunan musik jadul dari dalam gedung itu padahal sedang tak ada orang di dalam.

13. Kantor BPN Surabaya Jalan Tunjungan

Karena seramnya tempat tersebut sekarang kantor BPN pindah ke daerah Balongsari. Di surat berita Harian Jawa Pos disebutkan, alasan mereka pindah salah satunya adalah karena gangguan mahkluk astral disitu.

14. Balai Pemkot Surabaya

Tempat ini memang seram, banyak wartawan yang sering menjumpai sosok misterius yang tergesa-gesa setengah berlari di lorong-lorong Balai Kota ini.

15. Bekas Pabrik Padi Ketintang 

Sebuah pabrik tua di kawasan Ketintang dianggap sebagai tempat misterius. Lokasi yang dulu merupakan pabrik padi saat jaman Belanda itu rupanya dibeli oleh perusahaan swasta. Sampai saat ini di dalam gedung tua itu masih ada mesin-mesin namun kondisi gedung begitu gelap dan tanpa cahaya. Sosok seperti perempuan Belanda menjadi makhluk astral terkenal disana. Selain itu sosok nenek tua yang disebutkan terbunuh di jaman Belanda dengan cara dipenggal juga sering terlihat di pabrik tua Ketintang ini. 

16. Pintu Air Jagir 

Pintu air Jagir dibangun pada tahun 1917 dan berfungsi sebagai pengendali banjir, penyedia air baku dan menahan intrusi air laut. Menurut sejarahnya, pintu air Jagir ini pernah dijadikan tempat bersandarnya tentara Tar-tar yang akan menyerbu kediri pada tahun 1293. Pintu air ini pernah direnovasi tepatnya pada tahun 1978, tetapi tidak merubah bentuk dan gaya arsitektur Belanda.

Di balik kemegahan arsitekturnya, pintu air Jagir ini juga menyimpan cerita misteri yang masih terdengar hingga sekarang. Salah satunya cerita mengenai buaya putih yang kadang kala terlihat oleh masyarakat sekitar. Bahkan tim dari Mr. Tukul Jalan-jalan sempat mengulas cerita misteri mengenai pintu air Jagir ini dan banyak juga masyarakat sekitar yang menceritakan mengenai buaya putih tersebut. Pintu air Jagir ini sering kali meminta korban, bisa dibilang seringkali ada korban meninggal yang tenggelam di sungai dekat pintu air tersebut dan ada juga yang jasadnya tidak ditemukan hingga sekarang.

17. Rumah Hantu Kupang

Jika Anda melewati Jalan Diponegoro mau ke Pasar Kembang, ada rumah besar di kiri jalan itulah rumah hantu Kupang, tepatnya di Kampung Banyu Urip Wetan IA No. 107, Surabaya. Dahulu tempat tersebut dibuat tempat penyiksaan tentara Jepang. Salah satunya yang terkenal Cak Durasim juga meregang nyawa disitu.

Gedung tua ini terlihat menonjol dan berbeda dari bangunan lain di sekitarnya. Dari luar sudah terasa nuansa angker dan menyeramkan ketika melihat bangunan itu. Warga kota Surabaya sering menyebutnya dengan nama ‘rumah setan’ atau ‘gedung setan’. Sejak jaman kolonial Belanda, gedung itu memang sudah terkenal dengan sebutan ‘spookhuis’.

Asal muasal nama gedung setan memiliki beberapa versi. Versi yang tertulis di buku Oud Soerabaia (1931) karya von Faber yang dikutip Duncan Graham dalam artikelnya yang berjudul “Surabaya’s Ghost House” di Majalah Latitude (2010) menyebutkan bahwa setan di gedung ini adalah salah satu penghuni rumah yang membunuh anak hasil hubungan gelapnya. Selain itu ada pendapat lain bahwa hantunya adalah seorang budak kapal yang memiliki cap (cap kepemilikan budak) dan berpesan tidak mau dimandikan jenazahnya ketika mati. Versi terjemahan Belanda Kuno von Faber ini memiliki sedikit variasi disana sini.

Selain itu, ada kisah yang menyebutkan fungsi rumah setan dulunya sebagai tempat penyimpanan jenazah orang Tionghoa sebelum dimakamkan. Disitu jenazah disimpan, dimandikan dan diprosesikan menuju ke pemakaman yang berada persis di seberangnya (Pasar Kupang dan sekitarnya). Kisah ini dibuktikan dengan ukuran pintu gedung yang sangat tinggi agar prosesi pemakaman –yang biasanya diikuti bendera- bisa melewati pintu dengan bebas. Roh-roh jenazah orang Tionghoa inilah yang dipercaya menjadi setan dan menghuni gedung. Tapi ini tidak dibuktikan dengan catatan tertulis bahkan fungsi rumah jenazah itupun dipertanyakan kebenarannya.

Terlepas dari mitos cerita setan yang beredar, gedung setan ini awalnya dibangun untuk ditinggali oleh pemilik pertamanya yaitu J.A. Middelkoop. Middelkoop membeli area Kupang dari Daendels seharga 4.000 rijksdalders dan tahun 1809 mulai dibangun sebagai tempat tinggal. Setelah ia wafat, rumah berpindah tangan ke orang Tionghoa. Pada masa von Faber pemilik rumah itu adalah Dr. Teng Sioe Hie. Ada pendapat gedung setan diambil dari nama Tionghoa pemiliknya yang bermarga Tan (She Tan). Julukan rumah setan ini diduga sudah melekat di benak penduduk Surabaya sejak awal abad ke-20.
Namun jangan salah, meskipun terlihat angker gedung setan ini tetap berpenghuni. Saat ini ada sekitar 50 keluarga atau sekitar 200 jiwa yang menghuni bangunan ini. Mereka adalah sanak-kerabat turun temurun dari pemilik gedung spookhuis. Adapun hak milik atas gedung setan saat ini adalah pengusaha bernama Teng Kun Gwan atau dikenal dengan nama Gunawan Sasmito. Yang tak lain adalah keturunan ketujuh dari pemilik gedung.

Gedung yang memiliki luas sekitar 400 m² ini terdiri dari dua lantai. Pada bagian belakangnya terdapat bekas altar sembahyang bagi leluhur. Saat ini altar tersebut menjadi tempat parkir motor dan sepeda milik para penghuni gedung. Di bagian tengah terdapat sebuah ruangan yang cukup lapang dengan jendela-jendela yang lebar. Terdapat pula ruangan yang berfungsi sebagai Gereja Pantekosta, tempat beribadah bagi penghuni gedung dan warga sekitar yang beragama Kristen. Tampak pula gambar Yesus Kristus dan gambar-gambar lainnya menghiasi ruangan ini.

Di sekitar gedung setan (spookhuis) terdapat sebuah pasar tradisional yang dikenal dengan nama Pasar Gedung Setan. Yang menarik dan tampak berbeda dengan pasar-pasar tradisional lainnya, pedagang di pasar ini didominasi oleh orang-orang beretnis Tionghoa yang tak lain adalah penghuni gedung setan.
Jika Anda berminat mengunjungi gedung bersejarah dan penuh cerita misteri ini, aksesnya sangat mudah. Dengan kendaraan pribadi dari kota Surabaya, Anda tinggal mengarahkan kendaraan menuju kawasan Kupang. Letak gedung ini tepat di pinggir jalan raya. Dari jalan, bangunan gedung tua yang besar dan tampak mencolok ini akan langsung terlihat jelas.

ANGKOT SILUMAN

 

Gambar hanya sebagai ilustrasi, bukan gambar kejadian sebenarnya


Kulihat Ani masih berkutat dengan pekerjaannya, tumpukan file dan kertas kerja menumpuk di mejanya. Kasihan juga dia sebenarnya, tapi memang karakter dia seperti itu, suka menunda-nunda pekerjaan jadinya pas waktu tenggat hampir habis kelabakan lah dia. Tapi dia itu teman yang baik menurutku, selain selera humornya, dia itu bisa dipegang, maksudnya kalau kita mau curhat atau cerita yang agak pribadi dia pasti bisa menjaga, tidak bocor kemana-mana.

“Ani, wah mejamu ruarr biasaaa...” ledekku sambil duduk di depannya.

Ani cengar-cengir, “Bantuin dong... jangan cuma meledek!” pintanya dengan wajah memelas.

“Kamu sudah selesai kan? Takut nih sendirian di kantor.”

“Heeh... no lunch for free!” balasku.

“Huuu... ok deh, mau minta apa nih? Nganterin jalan-jalan… nganterin shopping… atau apa nih?” gantian Ani yang meledekku. Dia tahu aku ini jarang sekali beli barang yang tidak sesuai kebutuhan, bukan apa-apa memang kondisi keuanganku cekak aja.

“Nganterin window shopping aja lah, jangan sering-sering shopping… berat diongkos...!” sergahku kalem tapi sedikit menyindirnya.

“Bisa aja kamu, iyalah ntar tanggal muda kita jalan-jalan. Aku yang traktir makan minumnya!” jawab Ani.

“Nah itu baru ok!” kataku sambil menyorongkan dua jempol jariku ke arah dia. Kamipun tertawa bersama.

Sesasat kemudian kami tenggelam menyelesaikan tugas Ani. Tugasku sudah selesai sejak tadi tapi nggak sampai hati rasanya meninggalkan Ani sendiri di kantor. Dia itu teman baikku di kantor dan di kota ini. Ia masih tinggal dengan orang tuanya, sedangkan aku mesti kost. Makanya uang gaji dia utuh... hehehe... dia bisa kredit motor, belanja ini itu selepas terima gaji. 

Sedang aku? Sebelum terima uang saja daftar kebutuhan sudah nongol duluan, ada sih sisa sedikit tapi... huh aku jadi teringat bunda di kampung yang suka sms, yang isinya selalu sama... minta bantuan dana buat ini itu. Ah sudahlah... kok jadi ngelantur begini. Ntar nggak bisa konsentrasi malah makin lama menyelesaikan tugasnya.

Akhirnya selesai juga... setelah merapikan meja, kami berdua keluar ruangan menuju area parkir.

“Wah lembur ya, Mbak!” sapa pak Tito, satpam kantor kami.

“Yoi... tapi sudah selesai kok.” jawabku 

“Iya tinggal Pak Tito yang masih lembur… heheheh.” sambung Ani setengah bercanda.

Pak Tito hanya tersenyum mendengar celotehan Ani, dia sudah lama kerja di sini jadi dia sudah hafal dengan karakter orang-orang di kantor ini. Apalagi para pekerja di sini biasanya cukup lama bisa bertahan. 

Sesampai di ruang parkir hanya ada beberapa motor dan mobil yang tersisa, sebagian sudah pada pulang jadi area itu terasa cukup lengang. Paling itu motor dan mobil karyawan yang lembur seperti kami ini... heheheh.

“Masih jam tujuh malam... mampir mall yuk? Window shopping aja… kan tanggal tua!” ajak Ani.

“Mmmhmm...” Aku sebenarnya enggan untuk menanggapinya. Kalau sudah masuk toko, aku cuma bisa ngiler melihat barang-barang yang terpajang di situ. Nggak sanggup beli hanya bisa melihat-lihat saja.

“Ayolah, bentar aja. Nanti jam delapan tepat cabut deh!” rajuk dia.

“Terserah kamu ajalah!” jawabku pendek. Mau tak mau aku mesti ikut nih, namanya juga numpang membonceng motornya. Tapi Ani tahu diri juga kok, dia mengerti kalau gerbang kostku ditutup jam setengah sepuluh malam, maklum kost putri, jadi ada aturan aturan tak tertulis yang mesti diikuti. 

Sesampai di mall, Ani berubah acara, dia tidak jadi window shopping, tapi dia mengajakku makan minum di sebuah gerai makanan. Katanya lapar... padahal tadi jam lima sore sudah diberi nasi box oleh pihak kantor. Ooh... ternyata hanya ingin ngemil saja dia. Setelah memesan orange juice dan dua potong kue kami duduk di salah satu kursi di gerai itu.

“Wah aku nggak enak nih, selalu kamu traktir!” ucapku sesaat setelah duduk.

“Siapa juga yang bilang aku selalu traktir kamu? Sudahlah nggak usah dipikirin, santai aja.” jawab Ani ringan. Dia lalu menyeruput orange juicenya.

“Eh kayaknya, kamu dapat surat kan minggu kemaren? Dari siapa sih? Hari gini masih kirim kirim surat via pos? Pacar dari kampung ya?” gurau Ani.

“Ah bukan, dari bundaku dari kampung!” jawabku pendek. Malas rasanya membicarakan masalah keluarga sudah beberapa hari ini aku terima sms dari bunda tapi sengaja tidak aku balas. Eeh... sekarang malah kirim surat.

“Oops... sorry!” kata Ani, dia mengerti permasalahanku. 

Saat minum orange juice, pikiranku melayang, membandingkan hidupku dengan Ani memang berbeda, meski gaji yang kami terima sama tapi aku mesti rajin menyisihkan sebagian penghasilanku untuk membantu bunda di kampung. Sebenarnya aku ikhlas loh bisa membantu, apalagi ayah juga sudah berpulang semenjak aku masih balita. Aku tidak ingat sama sekali figure ayah, hanya lewat foto-foto saja aku mengenalnya, jadi aku memahami betul beratnya bunda menghidupi kami sekeluarga.

Dan sekarang setelah kami semua dewasa, ternyata beban hidup bunda juga terus berlanjut, bagaimana tidak? Anak-anaknya tidak ada yang dibilang sukses. Kakak lelaki tertua bernama Yudi, dia sudah menikah dan bekerja di Jakarta. Tapi sebagai pegawai rendahan di sebuah kantor tentu sudah berat untuk menghidupi keluarganya sendiri. Lalu kakak yang kedua bernama Wawan, dia juga sudah bekerja dan menikah. Setali tiga uang dengan kakak tertua, kak Wawan juga dalam kondisi ekonomi yang pas-pasan. 

Sedang kakak ketigaku, kak Adi... wah payah dia. Belum menikah sih tapi dia tidak mau bekerja, jadilah bunda terbebani dengan kondisi ini. Sedang Doni, kakak keempat sudah berpulang ke padaNya sekitar dua tahun lalu karena sakit keras. Akhirnya aku jugalah yang jadi tumpuan bunda untuk sering-sering membantunya. Untuk Bunda aku tidak masalah, tapi untuk kak Adi? Dia kan lelaki dan sudah dewasa pula, mestinya harus bisa menghidupi diri sendiri. Masak selamanya mau begini terus?

“Hayooo... ngelamun ya? Jangan suka melamun ntar dimasukin...”

“Setan ya?” potongku.

“Bukan... tapi dimasukin lalat... hahahahah” jawab Ani sambil tertawa keras.

Aku ikutan tertawa. Lalu kami asyik mengobrol ringan ini itu sambil makan dan minum. Di saat kami asyik menghabiskan waktu tiba-tiba handphone Ani berbunyi.

“Hallo... Ma...!” sapa Ani begitu dia membuka handphone. 

Wah dari mamanya rupanya, biasa kalau Ani ditelpon keluarga kalau sampai malam belum pulang, dan Ani selalu bilang lembur... padahal sedang bersantai ria menghabiskan waktu. Namun tiba-tiba raut muka Ani berubah, wajahnya kelihatan tegang dan cemas. Telepon dari seberang seperti menjelaskan sesuatu yang tidak dia perkirakan sebelumnya.

“Iya... Ma... aku segera pulang!” Ani mematikan handphone, lalu menarik napas panjang.

“Ada apa, An? kayaknya berita berat!” seruku ikut ikutan cemas.

Ani terdiam sesaat lalu katanya, “Kakakku Anton mengalami kecelakaan... sekarang ada di rumah sakit. Mama memintaku segera pulang agar di rumah ada yang jaga!” urai Ani dengan nada sedih.

Aku termangu sebentar mendengar ceritanya, lalu ucapku, “Ya sudah... kamu pulang sekarang saja!”

Tapi belum selesai aku bicara Ani sudah memotongnya, “Tapi aku kan janji mau mengantarkanmu pulang ke kost?”

“Aduh kamu tuh... kasihan mamamu dong! Santai sajalah... aku bisa naik angkot, biasanya angkot sampai jam sembilan kok, jadi masih bisa!” terangku. 

Sebenarnya aku dan Ani searah jalan pulang tapi cuma setengahnya, sampai perempatan ujung kota kami mesti berpisah, Ani berbelok arah ke selatan sedang aku menuju kost ke arah utara. Kalaupun aku nebeng dia sampai perempatan, risiko buat mencari angkutan lanjutan, apalagi malam-malam begini, mendingan aku mencari angkot di tempat mangkalnya... tidak jauh dari sini, atau bisa juga aku menghentikan di depan mall ini, jalur angkot ada yang lewat sini dan kebetulan langsung bisa ke kost tanpa mesti ganti angkutan lagi.

“Salam buat keluarga ya, An? Semoga kakakmu cepat sembuh!” ucapku kepadanya saat kami hendak berpisah.

Ani tersenyum dan mengangguk, “Sampai besok, ya?” jawabnya.

Kami lalu berpisah. Ani pergi ke parkiran sedang aku berdiri di depan mall menunggu angkot datang. Tak seberapa lama angkot yang aku tunggu datang, aku segera naik ke dalamnya, tidak banyak penumpang saat itu, hanya sekitar empat orang saja, maklum sudah malam... dan saat ini sudah banyak orang yang berganti armada motor. Sebenarnya aku sudah berencana membeli motor secara kredit, tapi aku masih ragu karena kondisi keuanganku sungguh mepet. Aku belum lama bekerja jadi tabunganku juga belum cukup, perhitunganku sih mesti ada dana cadangan tiga bulan buat hidup baru berani ambil kredit motor. Aku takut kalau sampai kredit macet motor bisa diambil kembali... lah rugi dong.

Angkot yang aku tumpangi berjalan dengan lambat dan santai karena sekalian mencari tambahan penumpang. Para penumpang kulihat terkantuk-kantuk karena kelelahan. Kalau dari pakaian yang dikenakan rata-rata mereka seperti aku, karyawan swasta.

Pelan tapi pasti, angkot meninggalkan pusat perkotaan menuju pinggiran. Suasana yang tadinya ramai berganti sepi, memang sih ada beberapa motor atau mobil yang lewat tapi itu cuma beberapa saja. Aku memang mencari kost yang ada di pingggiran karena harganya miring. 

“Loh... ada apa ini?” teriak seorang penumpang. 

Aku jadi tersadar dari lamunanku, ternyata angkot berhenti mendadak dan ada asap tipis keluar dari arah depan. Kami semua keluar termasuk sopir dan kernet.

“Wah... maaf... mobilnya mogok!” seru pak sopir.

“Yaaaah... gimana nih!” kami para penumpang bersungut-sungut.

Mungkin karena nggak enak hati dan takut diomeli, sopir itu minta kernet mengembalikan uang kami, terpaksalah kami berpencar mencari jalan pulang sendiri sendiri.

Aku mencoba mencari bantuan, kuambil handphone dari dalam tas dan kucoba menelpon teman kostku, siapa tahu ada yang bisa menjemputku di sini. Sudah malam begini agak sulit mencari angkutan karena jarang ada yang lewat. Untuk ikutan nebeng motor atau mobil yang lewat aku malah takut sendiri.

“Sial... sial...!” gerutuku, ketika kulihat layar handphone meredup... ternyata batrenya habis.

Terpaksa aku berjalan kaki menuju kost, belum begitu malam sih... baru jam delapan lebih lima belas menit. Aku perkirakan kurang dari satu jam aku bisa sampai kost jadi pintu gerbang belum ditutup.

Suasana malam begitu sepi, angin juga sepoi sepoi menerpa diriku dan mempermainkan rambutku. Hawa dingin mulai menusuk tubuhku karena aku tidak memakai jaket. Entah berapa lama aku berjalan tapi dari belakang kulihat nyala mobil… ah paling hanya mobil yang lewat begitu pikirku.

Eh... ternyata bukan mobil tapi angkot... aku segera melambaikan tanganku sebagai tanda aku bermaksud naik. Angkot itu lalu berhenti di depanku, aku segera masuk ke dalamnya. Cukup banyak penumpangnya, kulihat tiap deret kursi ada paling tidak satu atau dua orang. Aku duduk di salah satu kursi yang berisi satu orang. Setelah membayar ke kernet aku segera duduk dengan santai. Untunglah ada angkot yang lewat jadi aku tidak perlu berjalan kaki jauh, maklum aku sudah capek sekali setelah seharian kerja dan lembur pula.

Angin yang berhembus dari arah pintu membuatku semakin mengantuk. Ya aku duduk di kursi persis di samping pintu masuk.

“Pak, saya turun di perumahan Lembayung Asri ya!” seruku kepada kernet.

Kernet itu mengangguk lalu kembali mengalihkan pandangan keluar mencari penumpang lain. Sebenarnya aku agak heran dengan suasana angkot ini, karena tidak ada suara keriuhan yang kudengar baik dari para penumpang maupun sopir dan kernet. Mereka tampak diam membisu. Ataukah karena sudah malam sehingga mereka merasa lelah? Kernet yang biasa teriak-teriak mencari penumpang juga tampak berdiri diam saja bergelantung di pintu, para penumpang juga seakan di dunianya sendiri sendiri, diam tanpa ada interaksi satu sama lain. Kalau sopir sih aku paham... dia mesti konsentrasi menjalankan mesin.

“Pulang kerja, Pak?” kucoba membuka percakapan dengan bapak tua yang duduk di sampingku.

Bapak itu memalingkan wajahnya sebentar ke arahku, lalu mengangguk cepat dan kembali menghadap kedepan. Aneh... kenapa wajah bapak itu terlihat pucat dan tidak ada sinar kehidupan? Ah mungkin karena sudah tua dan sedang sakit... begitu aku menghibur diri. Aku jadi malas mengajaknya bicara, mendingan aku tiduran aja melepas lelah... tidur-tidur ayam begitu istilahnya, toh aku sudah bilang ke kernet untuk menurunkanku di perumahan Lembayung Asri. Nyaman dan enak sekali rasanya, sudah badan dalam kondisi capek, ditemani angin yang menerpaku serta suasana angkot yang sunyi tanpa suara… klop deh.

“Aduh... ada apa ini!” teriakku saat kepalaku membentur sesuatu yang keras. Kuraba kepalaku? Terasa sedikit mengeras dan menyembul... Aku mencoba membuka mata, meski terasa begitu berat karena rasa kantuk masih menggelayuti. Semburat tipis cahaya matahari terlihat dari ufuk timur, pertanda pagi sudah menjelang, kugosok-gosok kelopak mataku dengan tangan karena aku merasa ada yang aneh: benarkah ini kenyataan ataukah hanya mimpi? 

Kulirik jam yang melingkar di tanganku... jam enam pagi lebih beberapa menit. Aku belum sepenuhnya sadar... kulihat sekeliling seperti masih samar-samar.

Aku segera bangkit dari dudukku karena aku merasa pemandangan sekelilingku sungguh aneh, aku merasa tidak ada di kamar kostku tapi juga tidak di dalam angkot. Terakhir kuingat aku masih di angkot, tapi kini aku dimana ya? Kutajamkan mataku dan aku terbelalak... kenapa aku bisa ada di tengah areal pekuburan? Aku benar-benar tidak percaya, aku bahkan sampai mencubit pipiku berkali kali sambil terus mengucap istigfhar... ya ternyata benar! Aku memang ada di pekuburan. 

Masya Allah... jadi semalam aku naik angkot siluman? Dan kepalaku terbentur salah satu batu nisan yang ada di situ. Gemetaran aku segara berdiri... Kulihat pemukiman penduduk berada tidak terlalu jauh dari sini... aku harus segera mencapainya. Sambil terus berdoa dalam hati aku berlari terbirit-birit meninggalkan areal pekuburan itu.


Misteri Teks Kuil Edfu

Sumber Gambar : Wikipedia kuil efdu mesir


Mesir kuno mengenal legenda Atlantis yang juga ditemukan di seluruh mitos dunia, Asia, Eropa, dan Amerika. Atlantis merupakan mitos penciptaan, berbicara tentang proses abadi, transisi dari tak berbentuk menjadi terbentuk.

In Atlantis: Egyptian Genesis karya Ian Driscoll dan Matius Kurtz, mereka menyelidiki mitologi munculnya teks Mesir kuno yang tertulis pada dinding Kuil Edfu sebagai sumber yang mungkin merujuk pada narasi Plato. Ian memperluas penyelidikan ini di bagian kedua yang menyertakan munculnya mitologi seluruh dunia, membandingkan tema yang ditemukan dalam mitos budaya berbeda dalam kisah Plato tentang peradaban Atlantis yang hilang.

Sejak Plato menyebutkan mitos Atlantis dalam dialog Timaeus dan Critias, banyak menimbulkan pertanyaan kisah legenda Atlantis dan menjadi perdebatan sengit. Aristoteles menyatakan dengan tegas bahwa legenda Atlantis tidak memiliki dasar sejarah.

Proclus, sering mengutip Neo-Platonis di abad ke-5 yang membuat penjelasan bahwa cerita ini ditafsirkan sebagai alegori spiritual, nyata dan bagian dari peristiwa sejarah. Teori modern bermunculan tentang adanya legenda Atlantis di antaranya hipotesis Santorini modern (Tediously Skolastik), dan Atlantis sebagai representasi dramatis mekanika kuantum. Atlantis dinyatakan sudah berulang kali ditemukan, seratus lokasi yang berbeda pada abad sebelumnya belum termasuk penemuan saat ini.

Kuil Edfu dibangun antara 237 dan 57 SM zaman Mesir kuno, kemungkinan masuk dalam proyek konstruksi pemerintahan Fir’aun Ptolemeus yang menjadi salah satu bangunan paling terawat baik di Mesir. Ukiran pada dinding merupakan salah satu kisah-kisah mitologis yang paling unik dan menyimpan misteri kehidupan Mesir kuno. Mesin terbang tergambar lebih dari dua ribu tahun yang lalu tetapi jelas bahwa isi cerita yang mereka tuliskan menggambarkan sejarah jauh sebelum masa penulisan, sebuah negeri yang sangat maju.

Kisah yang tertulis menyatakan tentang sebuah peradaban di pulau kuno yang didirikan oleh para dewa dan diperintah oleh sekelompok dewa kembar. Di tengah-tengah pulau didirikan istana penguasa tertinggi Dewa Bumi, yang beristirahat pada pilar besar dikenal sebagai Djed yang artinya Stabilitas atau Permanen. Kehidupan terus berlanjut di tempat ini dalam jangka waktu yang sangat panjang hingga bencana muncul berupa badai besar yang menghancurkan pulau.

Badai diakibatkan ular jahat yang mengamuk tanpa henti, menenggelamkan penduduk asli pulau tersebut dan menghanyutkan semua jejak peradaban sebelumnya. Pulau itu terendam, benar-benar tenggelam di bawah gelombang besar.

Reymond, seorang Egyptologist yang mengabdikan sebagian besar hidupnya mempelajari mitologi Edfu Mesir kuno, dia menyatakan bahwa bencana yang mengakibatkan Tanah Suci telah dibentuk oleh pencipta, telah berakhir pada saat tertentu pada zaman purba. Badai mungkin muncul di pulau itu yang dilakukan oleh musuh, tetapi digambarkan sebagai ular. Agresi besar sehingga menghancurkan tanah suci, dan penduduk meninggal.

Setelah kehancuran Atlantis, ribuan tahun pulau itu terendam di bawah air, dihiasi tanaman buluh yang menonjol di atas permukaan laut sebagai penanda kuburan peradaban yang mati. Beberapa waktu kemudian cahaya bersinar di tengah-tengah kegelapan, pada saat ini dua dewa muncul dari laut. Asal usul mereka dijelaskan dalam teks dinding Mesir kuno tapi tidak memberikan detail lebih lanjut.

Kedua dewa membuat jalan mereka yang menunjukkan garis pantai dari tanah cekung. Mereka membentuk pilar dari batang buluh dan mendirikannya di tengah-tengah pulau di tempat keberadaan Djed, Dewa Bumi terdahulu. Seolah-olah mereka menggunakan sihir yang membuat air mulai surut, dan Dewa baru sebagai pengganti Dewa yang lama kemudian dipanggil.

Dewa baru yang memiliki penampilan seperti elang besar akan memimpin pemulihan kehancuran dunia dan akhirnya akan mengalahkan ular jahat yang menyebabkan kehancuran peradaban kuno para dewa. Tanah para dewa dengan pilar di pusatnya dan penguasa kembar tiba-tiba hancur dalam satu badai bencana, penjelasan secara analog tentang Atlantis seperti yang dikatakan Plato dengan berbagi semua fitur yang sama.

Sejarah menceritakan tentang Poseidon yang hidup di pulau Atlantis, mengawini seorang gadis muda dan menjadi bapak dari sepuluh putranya. Pulau ini dibagi dan mereka memulai sejumlah proyek pembangunan, beberapa di antaranya mendirikan pusat istana yang memiliki pilar besar terbuat dari logam kemerahan yang bersinar dengan intensitas api. Pilar ini berfungsi sebagai simbol masyarakat Atlantis. Pilar yang terukir berisi perintah-perintah Poseidon yang mengatur perilaku sepuluh raja. Pilar ini mencerminkan ikatan persaudaraan kerajaan yang diperbarui secara teratur.

Legenda Atlantis dinyatakan sebagai masyarakat ideal yang tumbuh kuat dan makmur selama bertahun-tahun, hingga Plato menyatakan bahwa unsur Tuhan di dalamnya menjadi lemah karena masuknya budaya dunia fana, dan sifat-sifat manusia menjadi dominan, mereka tidak lagi membawa kemakmuran dengan moderasi. Pandangan perseptif degenerasi mereka cukup jelas, penilaian kebahagiaan sejati yang rusak dalam mengejar ambisi yang tak terkendali dan kekuasaan, berada di puncak kejayaan dan keberuntungan. Dan Dewa Zeus yang memerintah hukum, melihat hal itu kemudian memutuskan untuk menghukum mereka.

Mesir kuno dan masing-masing budaya dunia menampilkan mitos yang sangat mirip, dan teka-teki itu tidak seharusnya bertanya “dimana,” tapi “apakah” yang dimaksud Atlantis? Atlantis merupakan mitos penciptaan, berbicara tentang proses abadi, transisi dari tak berbentuk menjadi terbentuk.

Mesir Genesis, satu legenda Mesir kuno yang menceritakan tentang Edfu dan narasi Plato, cerita Atlantis tidak terbatas wilayah Mesir kuno. Legenda Atlantis ditemukan di seluruh mitos seluruh dunia, Asia, Eropa, dan Amerika. Atlantis harus dipahami bukan sebagai peristiwa sejarah ataupun sejarah literal, tetapi sebagai sebuah mitos penciptaan yang akan ditempatkan di samping Judaeo, Genesis dan Hindu Purana.

Semua bermula dari Taman Eden dan banjir besar Nuh, pohon besar Norse Yggdrasil dan Ragnarok, pulau Hindu Jambu, dengan pegunungan yang menjulang tinggi di pusatnya, dan Mesir kuno menyimpan misteri besar tentang Atlantis.


Tuesday, March 17, 2020

Cerita Horor di Malam Minggu Pontianak


Sebenarnya cerita ini, hanya sebuah cerita berdasarkan pengalaman yang memang benar-benar terjadi. Nulisnya sengaja nggak di malam Jum’at tapi di malam minggu supaya suasananya bisa lebih menyenangkan sekalian bisa mengisi waktu di malam minggu. Ada beberapa pengalaman yang ingin saya tuliskan kali ini, mungkin saya mulai dari pengalaman horor yang saya alami di kantor. 

Cerita berawal saat saya mendapatkan sebuah tugas lembur saat itu. Cerita ini terjadi beberapa tahun yang lalu saat masih berstatus sebagai CPNS di sebuah instansi pemerintah. Gedung kantor tempat saya bekerja memang kalau dilihat dari luar terkesan kusam, lusuh, dan samun, suasananya terasa kurang nyaman apalagi kalau berada di lantai tiga, siang saja terasa nggak nyaman apalagi malamnya.

Saat itu saya mendapatkan tugas membantu menyusun anggaran di lantai dua gedung belakang. Saat hari masih terang sih belum terasa merindingnya, tapi saat gelap mulai datang mulai timbul keanehan-keanehan yang membuat merinding dan juga membuat tersenyum. Sering terdengar suara seperti orang yang sedang turun naik tangga dan itu terjadi terus menerus, karena penasaran saya pun keluar dari ruangan untuk memastikannya, ternyata tidak ada siapa-siapa yang sedang turun naik tangga. 

Kejadian itu terus berulang dan karena saya penasaran saya pun menanyakan hal ini dengan rekan kerja saya yang tampak cuek-cuek saja. Entah mereka mendengar atau tidak. Entah mau menenangkan saya, mereka hanya menjawab sambil tersenyum mungkin orang di Gereja belakang kali (di belakang kantor kami memang ada sebuah gereja). 

Terus terang saya sih nggak yakin kalau itu suara dari orang-orang yang berada di Gereja belakang, karena suara jejak langkah turun naik tangga itu hilang kalau saya keluar menuju tangga itu dan kembali muncul saat saya mulai bekerja lagi. Pada akhirnya dengan mengucapkan Taawuz menyebut nama Allah saya berusaha untuk menganggap hal itu menjadi biasa dan mulai bekerja lagi sambil ngobrol-ngobrol bersama teman hingga larut malam.

Cerita kedua terjadi di awal tahun 2009 kemarin tepatnya sekitar bulan Maret. Saya mendapat tugas untuk mengikuti diklat yang diadakan oleh IMIDAP, diklat tentang pengembangan desa mandiri energi di Makassar Sulawesi Selatan.

Cerita ini terjadi sehabis Maghrib, saat itu saya dan rekan saya sekamar sedang makan malam di lantai dasar hotel tempat kami menginap, kebetulan kamar kami berada di lantai lima hotel itu. Handphone saya saat itu memang tertinggal di kamar, sehingga saya tidak mengetahui kalau ada beberapa orang yang berusaha menghubungi saya pada jam itu.

Saat saya kembali ke kamar, saya melihat banyak panggilan gagal di HP saya dan tidak lama kemudian ada sebuah panggilan dari teman saya di Pontianak yang langsung bertanya “Ko, tadi suara cewek siapa tuh? Wah kau bawa-bawa cewek ya ke kamar?” Saya pun langsung balik tanya “Emang tadi kamu dengar suara apa?” Teman saya pun langsung menjawab, “Tadi ada suara cewek yang menjawab ‘rizkonya lagi keluar!” Saya pun langsung nanya balik, “Yang benar?” Teman saya pun menjawab “Demi Allah.”

Semenjak telepon dari teman saya, suasana nyaman di kamar hotel tersebut menjadi terasa sangat tidak nyaman. Apalagi saat itu hampir tiap malam rekan se kamar saya sering tidak berada di kamar, jadi otomatis selama tidur di kamar itu saya lebih sering sendiri. Untuk mengurangi rasa tidak nyaman yang datang, saya coba perbanyak waktu untuk Sholat dan mengaji di kamar hotel itu.

SMS Misterius (Kediri)

Dari sejumlah keterangan yang diperoleh, sebelum ditemukan gantung diri Arif Nurhuda mendapat kiriman SMS misterius dari seseorang yang di HP Arif , ditulis dengan inisial WT dengan nomor 085227323333. Diduga, WT adalah pacar Arif, yang belum diketahui di mana tinggalnya dan apakah teman satu sekolah atau bukan.

Arif Nurhuda, pelajar kelas dua Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Budi Utomo, Perak, Jombang, ditemukan tewas gantung diri di kebun pohon jati dekat rumahnya di Desa Klampitan, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri. Anehnya, Arif nekat mengakhiri hidup setelah menerima SMS dari seseorang yang menceritakan aksi bunuh dirinya.

SMS misterius itu diterima WT dari seseorang yang mengaku bernama Kangen, kemudian SMS itu diteruskan oleh WT ke ponsel Arif. Isi SMS yang sempat diperlihatkan kepada wartawan itu kalimatnya cukup membuat merinding.

“Namaku, Kangen siswi SMK 4 Jambi. Ku mati bunuh diri, memotong tanganku sendiri. Kulakukan karena aku hamil sama pacarku. Seluruh badanku penuh darah. Ini nomerku. Dengerin ku bernyanyi, 081918836427. Kalau tak percaya, coba telepon. Kirim SMS ke 18 orang. Kalau gak kirim, aku akan mengganggumu terus selama 18 tahun. Mulai nanti malam dekat pintu, di bawah kasur, di bawah jendela, ku di sisimu pukul 01.08. Ini kisah nyata. Jangan kirim balik.

Nb : Kami sudah menelphone dan kenyataannya memang ada yang bernyanyi ?!?”

Isi SMS tersebut dikirim oleh WT kepada Arif tertulis tanggal 7 Juni pukul 12.29 WIB. Berarti SMS itu masuk ketika Arif sedang shalat Dhuhur, atau setengah jam sebelum Arif meninggalkan rumah dengan membawa sepeda BMX.

Sedangkan tulisan “Nb: Ku udah telepon dan udah ada yang menyanyi,” belum jelas apakah kalimat itu terusan dari kalimat kiriman Kangen, atau kalimat tambahan dari WT setelah mendapat SMS dari orang yang bernama Kangen tersebut.

“Kami masih menyelidiki keterkaitan SMS ini dengan korban,” kata Kapolsek Purwoasri, AKP Sartana. Selain SMS misterius tersebut, WT sebelumnya dua kali mengirim SMS kepada Arif. Salah satunya, WT menegaskan bahwa dirinya ingin balik lagi dengan Arif. Tapi rasa cintanya kepada Arif, seperti tertulis dalam pesannya, sudah tidak lagi utuh 100 persen, hanya 50 persen.

Apakah karena hal ini sehingga Arif nekat mengakhiri hidupnya? AKP Sartana belum berani memastikan. “Saya temukan HP itu di dalam kamar korban. Bisa jadi setelah membaca SMS itu, jiwa korban tertekan. Tapi semua masih kami dalami,” tandasnya.

Horor Di Mengger Bandung


Semalam ngobrol sama teman-teman nggak tahu, mendadak sampai ke cerita horor. Di sini salah satu teman saya bercerita tentang cerita horor di Jalan mengger di Bandung (jalannya cuma satu blok dari kontrakan. Serem!

Kabarnya di jalan itu kita nggak boleh menyebutkan satu kata yang merupakan nama dari wanita penunggu di situ, dan percaya nggak percaya banyak orang yang nantangin dan hasilnya mereka terkena penyakit yang di luar logika.

Kadang kala saya sendiri juga bingung, sering saya lewati jalan itu bahkan tengah malam sendirian naik motor, kenapa jalannya kayak mau keluar kota, di mana-mana sawah, dan tidak ada lampu selain lampu motor.

Kejadian ini sudah lama, tiga orang anak SMP baru pulang naik angkot dari kegiatannya bermain bola saat itu sekitar jam delapan malam (di sini jam segitu angkot udah susah), ketika mereka naik angkot itu lewatlah mereka di jalan mengger, di dalam angkot itu hanya ada mereka dan sopir angkotnya saja.

Di tengah perjalanan sesosok wanita dengan pakaian yang serba merah, dengan payung merah (kayak film-film ), menghentikan angkot itu, dan ketiga anak itu bingung kenapa wanita horor kayak gitu diangkut juga sama si sopir, tapi pikir mereka ya sudahlah. Akhirnya sang sopir melanjutkan perjalanan.

Awalnya wanita it duduk diam saja dengan kepala tertunduk, namun berselang beberapa menit, dia mulai mendekati ketiga anak itu dan membelai kepala mereka satu per satu, ketiga anak SMP itu tentu saja langsung melihat ke arah wajah wanita itu yang jaraknya mungkin hanya sejengkal dari wajah mereka, ketika mereka perhatikan, wajah wanita itu rata alias tanpa wajah. Spontan mereka kaget bukan main, mau teriak tapi mereka sama sekali tidak bisa bergerak dan bersuara.

Akhirnya angkot melewati sebuah pabrik yang tidak terurus dan si wanita itu meminta sopir angkot untuk menurunkannya di situ. Sopir angkot yang dari tadi hanya diam, menurut saja, setelah wanita itu turun dari angkot entah bagaimana, sang sopir dengan tenang melanjutkan perjalanannya, dan wanita itu menghilang.

Ketiga anak itu langsung menangis dan menceritakan kejadian tadi pada sopir angkot itu. Dan ternyata, Sopir angkot itu mengatakan, “Wah itu sudah biasa di sini dek.” Anak-anak itu semakin ketakutan dan bertanya-tanya, “Kenapa di angkut juga tuh orang?” “Wah, kalau nggak diangkut nanti saya yang kecelakaan Dek,” kata sopir angkot. Setelah kejadian itu, ketiga anak itu jatuh sakit.

Kedengarannya ceritanya memang aneh, unik, dan seperti berlebihan, tapi percaya nggak percaya ada orang juga yang mengakui kejadian seperti itu pernah menimpa dirinya, dan ada juga yang mengatakan bahwa cerita anak SMP itu sama persis dengan cerita tentang temannya waktu SMP dulu, namanya Agung. Usut punya usut, katanya wanita itu adalah korban tabrakan di jalan itu.

Ada juga cerita tentang jangan menyebut nama si wanita merah itu di jalan tersebut, kalau menyebut, bisa-bisa Anda mengalami kecelakaan.

Penampakan Hantu Bocah Korban Tsunami di Aceh

Bencana Tsunami yang terjadi sekitar enam tahun lalu masih menyisakan berbagai misteri dan cerita pilu yang sulit dilupakan. Bahkan, beberapa hari lalu, wujud bocah perempuan yang diperkirakan berusia 10 tahun terekam kamera seorang pengunjung Gedung Museum Tsunami di kawasan Blangpadang, Banda Aceh. Meski sulit dikaitkan dengan logika, namun penampakan itu benar adanya. 

Wujud yang seharusnya tak ada dalam objek foto tersebut terekam dengan kamera digital Canon Powershoot A430 milik Marwan Bentara, warga Blower, Banda Aceh. Sosok bocah yang terekam itu penuh noda lumpur di bagian wajah dan kepala. Dia terlihat berjalan di antara maket (denah) Gedung Museum Tsunami dengan tembok (dinding) gedung. “Secara logika tak mungkin ada orang yang bisa berjalan di situ, karena maketnya langsung rapat ke tembok. Tetapi nyatanya yang terekam kamera justru sang bocah berada di antara maket dan tembok gedung,” kata istri Marwan, Elisa Putri.

Munculnya peristiwa yang sama sekali tidak disangka itu, menurut Elisa Putri berawal ketika dirinya bersama suami dan kedua anak mereka berkunjung ke Museum Tsunami Aceh, Sabtu malam 22 Mei 2010 atau se-kembali dari konser Slank di Blangpadang. Saat berada di lantai dua gedung tersebut, suaminya sibuk mengabadikan momen-momen yang ada di sekitar ruangan, termasuk maket Gedung Tsunami. 

“Saat memotret maket Museum Tsunami, saya sarankan kepada suami saya agar difoto ulang objek tersebut karena takut hasil foto tidak bagus, sebab lampu kamera mengenai kaca maket yang menyandar ke tembok. Akhirnya suami saya melakukan pengambilan foto ulang,” kata Elisa ketika menceritakan kejadian itu kepada Prohaba.

Setelah puas berkeliling dan mengabadikan berbagai objek di dalam maupun di luar gedung, Elisa dan keluarganya pulang ke rumah. Sesampai di rumah, suaminya tidak langsung memindahkan foto-foto yang ada dalam kamera ke laptop, karena malam itu listrik padam. Pemindahan baru dilakukan tiga hari kemudian.

Betapa terkejutnya Marwan Bentara ketika melihat di salah satu foto ada objek aneh yang terekam, yaitu penampakan bocah perempuan yang melintas di antara maket Gedung Museum Tsunami dengan dinding. “Dalam keadaan kaget, suami saya memanggil kami untuk memperlihatkan hasil foto tersebut. Terus terang kami semua ikut-ikutan kaget bahkan merinding. Kami sempat memperlihatkan foto itu kepada tetangga, siapa tahu ada yang mengenal sosok bocah penampakan itu, tetapi sejauh ini tak ada tetangga yang mengenalnya,” kata Elisa. 

Berdasarkan analisa yang dilakukan tim fotografer Newsroom Serambi Indonesia disimpulkan foto itu asli atau tidak melalui teknik rekayasa. Dari dua foto dengan objek serupa, tercatat selisih waktu pengambilan 23 detik. Jepretan pertama pukul 19:17:14 sedangkan yang kedua pukul 19:17:37. “Foto ini masih asli belum melalui proses editing dengan software apa pun,” kata Redaktur Foto Serambi Indonesia/Prohaba, Muhammad Anshar yang melakukan penelitian terhadap foto penampakan tersebut. 

Anshar menjelaskan secara teknis, setiap foto memiliki metadata IPTC (International Press Telecommunications Council) dan EXIF (Exchangable Image File Format). “Dengan data-data digital inilah memungkinkan bisa diketahui waktu pengambilan foto, sudah melalui proses editing atau masih asli,” kata Anshar. 

Meski demikian Anshar tidak menafikan, kemajuan teknologi bisa saja mengubah data yang ada di kamera disesuaikan dengan motivasi seseorang. “Tetapi jika mengacu kepada keluarga yang merekam objek tersebut, saya yakin tak ada motivasi apa pun bagi mereka untuk menampilkan hal-hal yang di luar logika,” ujar Anshar.

Pada awalnya, keluarga Elisa Putri tak ingin menyebarkan secara luas foto penampakan itu kepada masyarakat, karena khawatir memunculkan penafsiran macam-macam yang berbau mistis. “Sekian lama hanya kami simpan sebagai dokumen pribadi,” ujar Elisa. 

Pada akhirnya Elisa dan suaminya berpikir untuk menyebarkan foto itu melalui media massa karena siapa tahu masih ada orang tua atau keluarga si anak yang masih hidup dan bisa mengenali sosok penampakan tersebut. “Bisa jadi pula, siapa tahu keluarganya ingin sekali melihat si anak. Inilah yang kemudian mendasari niat kami menyebarkan foto ini ke media,” ujar Elisa menyiratkan kesedihan. 

Elisa berulang-ulang meminta maaf kepada semua pihak jika dirinya harus menyebarkan foto tersebut. “Tidak ada sedikit pun niat kami untuk membangkitkan duka akibat bencana, apalagi untuk tujuan mistik. Kita semua berharap semoga ada yang mengenal sosok tersebut dan mengirimkan doa untuknya dan diberikan ketabahan bagi yang ditinggalkan. Siapa tahu pula, si bocah memang ingin memperlihatkan wujudnya kepada orang-orang yang ditinggalkan,” demikian Elisa Putri.

Misteri Gunung Merapi


Cerita Serem kali ini akan menceritakan sebuah pengalaman serem mengunjungi pasar setan di gunung Merapi. Cerita serem ini datang dari seseorang dan memang cerita ini sungguh lumayan serem, unik dan mengagumkan. Misteri Gunung Merapi, mengingatkan kita pada yang ditayangkan sebuah stasiun TV swasta. Kisahnya dilatarbelakangi oleh keangkeran Gunung Merapi yang dihuni oleh Mak Lampir, tokoh jahat yang setengah manusia dan setengah jin. 

Ternyata, banyak orang yang tidak tahu bahwa kisah tersebut bukanlah fisik belaka, tapi memang diambil dari cerita atau mitos yang dipercayai oleh masyarakat sekitarnya. Perbedaannya hanya pada tokoh dan alur ceritanya. Seperti dikatakan Mbah Marijan, kuncen Merapi, “Sesungguhnya Gunung Merapi adalah sebuah kerajaan para makhluk halus. Namun, tidak sembarang orang yang dapat melihatnya, hanya mereka yang memiliki kelebihan atau sang penguasa alam gaib itu yang sengaja menampakkan keberadaannya.”

Si Mbah juga mengatakan, selain terdapat sebuah kerajaan gaib, keangkeran lainnya adalah pasar dedemit yang bernama Pasar Bubrah. Tempat ini merupakan pasarnya para makhluk halus, yang dapat dilihat pada setiap malam Jum’at. Pada saat itu, jangan heran bila akan terdengar keramaian layaknya sebuah pasar malam di puncak gunung ini.

Awalnya Misteri dan dua orang teman tidak begitu yakin tentang semua yang dikatakan oleh Mbah Marijan. Tapi, ketika kami bertiga mendapat izin dari Mbah Marijan untuk mendaki puncak Garuda, kami pun merasakan dan mengakui kebenaran kisah itu yang membuat kami gemetar ketakutan.

Kebenaran kisah itu terbukti saat kami melakukan pendakian melalui jalur kaliurang yang terdapat di Desa Kinahrejo, dengan ditemani Mas Budi, anak angkat Mbah Marijan. Medan berbatu yang terjal dan juga sangat rapuh harus dilalui sehari penuh. Rasa penat bertambah lagi ketika harus melintasi kawah mati, karena uap belerang membuat napas semakin sesak. 

Sesampai di Pasar Bubrah, kami sepakat berkemah dan bermalam di sana, untuk merasakan keanehan yang kerap dibicarakan orang itu. Bukannya sombong, tapi sekedar membuktikan bahwa semua itu adalah sebuah kebenaran dan bukan mitos. Selain itu, tempat ini merupakan lokasi ideal berkemah karena letaknya sudah mendekati puncak. 

Tak lama, ketika mata kami mulai terpejam karena rasa penat setelah seharian berjalan, kisah pasar setan yang diceritakan oleh Mbah Marijan menunjukkan kebenaran. Suara-suara gamelan dan gending Jawa mulai mengalun di telinga kami, keramaian sebuah pasar pun menyusul. Bersamaan dengan itu deru angin semakin besar dan menambah gaduh suasana. 

Seperti terhenyak dari mimpi buruk, kami langsung terjaga dengan wajah pucat dan keringat dingin. Tanpa sepatah kata, mata kami saling memandang dan berusaha menjawab pertanyaan yang ada dalam hati masing-masing. Sebuah pertanyaan yang baru akan terjawab bila mentari telah menampakkan dirinya.

Dalam keadaan demikian, teringatlah semua dosa yang pernah dilakukan. Doa dan harapan kepada Tuhan terus terucap dari bibir kami dengan terpatah-patah. “Semoga Allah masih mengizinkan untuk menebus kesalahanku. Dan tidak membiarkan para dedemit itu membawa kami ke alam gaib. 

Dari ketinggian 2919 Dpl , keramaian pasar setan itu terus berlangsung hingga larut malam. Rasa penat yang tak tertahankan akhirnya membuat kami terlelap saat hari menjelang pagi. 

Saat sinar mentari membangunkan kami, rasa syukur pun spontan keluar dari mulut kami. Mesti sempat terlintas tidak melanjutkan pendakian, tetapi akhirnya pada pukul 08.00 WIB. Kami melanjutkan pendakian menuju puncak Garuda. Karena untuk mencapai puncak tinggi membutuhkan waktu sekitar satu jam. 

Suasana puncak Garuda memang sangat mengerikan, apalagi bila teringat pada tragedi 1994 lalu, yang letusannya mengakibatkan 66 jiwa melayang. Dan pada awal 2001, material letusan melambung ke angkasa sejauh 4 Km dan menyebabkan hujan petir serem banget. Coba bayangkan bila gunung itu kembali meletus, harus ke mana kami melarikan diri? Sehingga wajar saja, rasa takut terus menghantui kami. Belum lagi ketika salah seorang teman, sempat melihat bangunan candi tua yang berada di sebelah timur puncak Garuda. Hal itu jelas menimbulkan ketakutan yang luar biasa waktu itu. Terlebih mengingat kejadian semalam yang baru kami alami. Kemudian kami pun langsung turun meninggalkan puncak serta pemandangan alam yang belum puas kami nikmati karena kejadian serem itu. 

Perjalanan turun membutuhkan konsentrasi yang tinggi, karena kondisi medan hingga 90 derajat. Kalau terpeleset, kami dapat kehilangan nyawa atau lebih bila beruntung mungkin hanya patah tulang serta memar. 
Setibanya di pasar Bubrah, kami menyempatkan diri beristirahat sejenak untuk melepaskan lelah sambil memandangi lautan awan yang mengelilingi puncak Merbabu dan Puncak gunung Sindoro Sumbing di Wonosobo.

Pemandangan dan udara yang sejuk itu membuat mata ini akhirnya terpejam. Baru pada pukul 13.00 WIB, kami terbangun oleh teriakan Mas Budi. Dengan wajah seputih kertas, ia lalu mengajak kami untuk segera turun.

Dalam perjalanan turun, Mas Budi terus berada di depan. Tanpa bicara ia melaju dengan cepat seperti dikejar–kejar setan. Melihat keanehan itu, tentu saja menimbulkan berbagai pertanyaan dalam benak kami. Apalagi, ketika ditegur ia seolah – olah tidak peduli dan terus menerus mengayukan kakinya, bahkan semakin cepat. Begitu hampir tiba di Desa Kinahrejo, ia mulai memperlambat langkahnya. Tapi, tetap saja ia tidak menceritakan apa yang telah terjadi.

“Nanti kalau sudah sampai di rumah Simbah aku ceritakan!” jawabnya, singkat. Sesampainya di Desa Kinahrejo, terlihat Mbah Marijan sudah berdiri di depan halaman rumahnya seakan memang sengaja menyambut kehadiran kami. Dengan ramah ia tersenyum dan mempersilakan kami masuk untuk beristirahat. 
Tak lama tanpa basa–basi lagi kami langsung mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi, kepada Mas Budi.

“Saat tidur, saya mendapatkan pesan dari Simbah untuk segera meninggalkan tempat itu. Karena akan ada penumbalan oleh penguasa Merapi. Dan korbanya akan dijadikan pengikutnya,” ucapnya. Menurutnya, hal semacam itu memang sering terjadi. Korbanya pun tak pandang bulu, bila sang penguasa menyukainya maka dia akan dijadikan sasaran. Biasanya sang penguasa memilih orang–orang yang memang kurang baik dari segi moral, agama, atau telah berbuat sesuatu yang membuatnya murka. Keesokan harinya, terdengar kabar dari si Mbah bahwa Merapi kembali menelan korban jiwa. Kali ini, korbannya berasal dari kewarganegaraan asing, yaitu asal Jerman. Pendaki itu tewas ketika hendak melakukan penelitian aktivitas Merapi bersama beberapa rekannya. Kejadian itu berlangsung tak lama setelah kami turun, dan ternyata masih ada kaitannya dengan semua yang telah kami alami.

Setelah mengalami dan menyaksikan sendiri keberadaan kerajaan gaib dan pasar setan di puncak Merapi, baru kami percaya bahwa sesuatu yang gaib itu memang ada. Dan harus diakui kalau gunung Merapi memanglah bukan sembarang gunung. Bahkan, kepercayaan itu diperkuat lagi dengan adanya upacara ritual Labuhan yang diadakan oleh pihak keraton dan penguasa Merapi, karena telah membantu melindungi dari malapetaka.

Berdasarkan cerita rakyat, asal muasal upacara ritual ini berawal dari zaman Sultan Agung. Ketika itu, kerajaan tengah tertimpa sebuah malapetaka yang membuat Negara kacau balau. Sultan Agung melakukan semedi dan meminta bantuan pada penguasa alam halus yang merupakan penjelmaan dari Nawang Wulan, seorang bidadari cantik yang diturunkan dari kayangan atau dikenal oleh masyarakat Jawa sebagai Nyi Roro kidul, penguasa laut selatan.

Kemudian, sang ratu memberikan bantuan dengan mengirimkan ribuan anak buahnya untuk menyelesaikan malapetaka itu. Tapi bantuan itu bukan tanpa syarat, sang sultan beserta seluruh keturunannya harus bersedia menjadi suami dan memberikan persembahan yang kemudian dikenal dengan nama labuhan. 

Hingga saat ini, pada masa kesultanan Hamengkubuono X, perjanjian itu masih berlaku dan akan terus berlanjut pada keturunan Sultan Agung yang berikutnya.

Konon, bila perjanjian itu dilanggar, maka akan mengakibatkan kehancuran kesultanan Yogyakarta. “Jika perjanjian dilanggar, akan terjadi malapetaka seperti yang terjadi pada masa Sultan Agung,” demikian penurutan Mbah Marijan yang telah menjadi juru kunci Merapi selama 30 tahun. 

Sementara itu, selain kerajaan para dedemit dan pasar setan, di desa Kinahrejo juga banyak terdapat tempat–tempat yang kental bernuansa gaib. Seperti watu gajah, merupakan sebuah batu besar yang dipercaya dapat menahan aliran lahar bila gunung Merapi meletus. Batu ini dilingkari oleh pagar tembok, dan memiliki satu buah pintu masuk. Di dalamnya terdapat tempat persembahan yang biasanya dilakukan pada malam Jum’at Kliwon. 

Tak jauh dari sini, ada sebuah pohon beringin satu-satunya yang ada di desa, sehingga disakralkan oleh warga sebagai tempat keramat. Menurut penuturan Mbah Marijan, tempat ini dulunya merupakan tempat bersemedi seorang petapa sakti.

Sunday, March 8, 2020

Hantu Dalam Lemari (Cina)

Ini adalah sebuah kisah yang diceritakan oleh temanku, Hui, saat aku berlibur ke Cina 2 tahun yang lalu. Saat itu aku sedang berlibur ke Shanghai, karena aku tidak bisa bahasa Cina maka aku diajak untuk tinggal bersama Hui dan keluarganya. Suatu hari Hui menceritakan sebuah kisah yang membuat bulu kudukku berdiri. Berikut ini adalah kisahnya.

Dulu saat Hui pindah ke Shanghai, dia menemukan tempat tinggal yang sangat murah dan dekat tempat kerja barunya. Ruangan itu ada di lantai 3 di sebuah rumah tua kecil, setiap penyewa menghuni satu lantai, sedangkan dapur dan ruang tamu ada di lantai satu. Pemiliknya seorang nenek tua yang tinggal di lantai satu, sedangkan di lantai 2 dihuni oleh seorang wanita dan anak perempuannya.

Saat Hui pindah ke rumah barunya, si pemilik rumah memperingatkan Hui untuk tidak memakai lemari di dalam kamar, karena katanya bagian dalamnya sudah rusak, kotor dan tidak bisa digunakan lagi. Lemari itu juga dipaku dari luar sehingga Hui tidak bisa membukanya. Hui tidak mempermasalahkan hal ini karena ia bisa menggunakan lemari di luar kamar.

Setelah 2 minggu, Hui mulai merasa malas kalau setiap akan mengambil sesuatu di lemari ia harus keluar kamar. Apalagi saat itu barang-barang Hui semakin bertambah banyak dan memenuhi kamarnya. Akhirnya Hui mengambil alat dan mencabut paku lemari di kamarnya, ia lihat lemari itu ternyata masih bagus dan bisa digunakan. Ia pun memindahkan semua pakaiannya dari lemari luar ke lemari dalam, barang-barangnya yang lain juga ditatanya dengan rapi di dalam lemari itu. Setelah memindahkan semua barangnya ia mandi dan pergi ke kantor.

Sorenya setelah Hui pulang kerja ia segera mandi karena akan keluar malam bersama teman-temannya. Saat ia membuka lemari dilihatnya semua pakaiannya berantakan dan kusut, padahal saat memasukannya pagi tadi dalam keadaan rapi dan sudah disetrika. Hui marah dan beranggapan kalau anak kecil di lantai 2 lah yang sudah mengacak-acak lemarinya. Saat menanyakan hal ini kepada wanita di lantai 2, si wanita itu mengatakan kalau anaknya tidak pernah ke lantai 3 karena memang dilarang oleh nenek pemilik rumah. Hui merasa keheranan, namun ia mengabaikannya dan segera bergegas pergi bersama teman-temannya.

Lain waktu saat Hui sedang mandi air panas tiba-tiba ia merasakan angin dingin berhembus kencang di dalam kamar mandinya, padahal ia tidak membuka jendela sama-sekali dan ruangan itu tidak memiliki ventilasi. Ia juga beberapa kali pernah melihat bayangan hitam di balik tirai kamar mandinya, namun setelah dilihat ternyata tak ada orang disana. Ia sadar kalau mungkin saja semua yang dialaminya itu adalah ulah hantu, tetapi karena Hui tidak percaya akan adanya hantu maka ia hanya mengabaikan hal itu.

Suatu malam, Hui dan 2 temannya pergi ke sebuah pesta dan mereka mampir ke rumah Hui untuk sekedar minum teh karena hari itu udara sangat dingin. Hui sedang di dapur untuk mencari kotak teh yang biasanya disimpan di meja dapur, namun saat itu tak ditemukannya. Ia berpikir apakah mungkin wanita di lantai 2 telah meminum semua tehnya. Saat sedang mencari itu ia berkata, “Dimana tehnya ya?”. Tiba-tiba salah satu kabinet terbuka dan dua kotak teh terbang dan jatuh ke lantai. Dua teman Hui berteriak ketakutan dan meninggalkan Hui sendirian di dapur, sementara Hui yang tidak takut hanya mengambil kembali kotak teh itu dan ditempatkannya di atas meja. Malam itu Hui mengemasi semua barangnya dan pindah untuk tidur di ruang tamu karena sudah malas harus berurusan dengan hantu di dalam lemari kamarnya.

Dua hari kemudian Hui memutuskan untuk pindah rumah rumah. Saat si nenek pemilik rumah menanyakan alasan Hui, maka ia menceritakan semua kejadian yang dialaminya. Si nenek itu marah dan mengatakan kalau saja saat itu ia tidak membuka lemari itu maka kejadian itu tak akan terjadi padanya. Menurutnya saat ini karena lemari itu sudah terbuka, si hantu yang ada di lemari itu bisa bergentayangan di seluruh rumah. 

Asrama Berhantu (Cina)

Aku adalah orang Indonesia yang sudah tinggal di Cina selama 4 tahun, tepatnya di Beijing. Aku adalah mahasiswa Capital Normal University dan tinggal di asrama yang disediakan oleh pihak kampus. Walaupun asrama itu bersih, bagus dan modern namun asrama itu terkenal berhantu, dan aku sendiri sudah beberapa kali mengalami kejadian yang menyeramkan saat tinggal disana. Saat itu tahun 2009, awal semester aku tinggal bersama satu teman di asrama. Kebetulan kamar kami berada tepat di depan ruang laundry yang menurut kabar berhantu. Saat malam kami sering mendengar suara pintu ruang laundry terbuka, dan saat diperiksa ternyata tidak ada siapapun disana.

Suatu hari pernah teman satu kamarku mengubah posisi tempat tidur menjadi menghadap jendela, dan sejak saat itu pintu kamar mandi jadi sering terbuka dengan sendirinya, bahkan ketika kami sudah bersiap-siap tidur akan terdengar suara keran dinyalakan dan air yang mengalir dari kamar mandi. Saat kami berniat pergi ke kamar mandi untuk mematikan kran, tiba-tiba suara gemericik air itu akan berhenti dengan sendirinya. Kami menceritakan kejadian itu kepada senior di kampus dan menurutnya temanku harus mengubah posisi tempat tidur agar tidak lagi menghadap jendela, karena menurutnya hal itu termasuk tabu. Dan setelah kami mengubah letak tempat tidur, kami sudah tidak diganggu lagi.

Di lantai 8 asramaku ini juga terkenal memiliki banyak hantu. Lift di lantai 8 di dekat ruang laundry sering bertingkah aneh. Kadang lift ini akan membuka dan menutup sendiri tanpa ada seorang pun yang menekan tombolnya. Temanku yang tinggal di kamar nomor 801 di lantai 8 pergi berlibur selama beberapa hari. Aku kira dia sudah tidak bisa online MSN Messenger lagi karena tidak ada sinyal, namun ternyata akun MSN nya online setiap malam dari jam 10 sampai jam 12. Suatu hari aku menelponnya di MSN untuk menanyakan bagaimana liburannya, namun ia hanya menjawah, “Capek,” kemudian offline. Temanku itu terlihat online selama 7 hari setiap malam. Saat ia pulang liburan, aku menanyakan tentang akun MSNnya namun ia justru berkata kalau ia tidak pernah online saat liburan karena ia meninggalkan laptopnya di kamar. Saat diperiksa laptopnya masih terkunci dan aman di dalam laci. Entah siapa yang online menggunakan akunnya selama beberapa hari itu.

Sedangkan di lantai 5, teman kami yang juga orang Indonesia mengatakan kalau saat malam mereka sering mendengar suara gadis bernyanyi sedih, lagu yang dinyanyikan adalah lagu lama dan ketika mendengar suara itu temanku selalu merinding. Menurut petugas kebersihan, suara gadis itu berasal dari kamar sebelah (temanku tinggal di kamar 514 dan kamar yang dimaksud adalah nomor 515). Petugas itu mengatakan kalau kamar itu dihantui oleh arwah seorang gadis yang mati bunuh diri dengan terjun dari jendela, arwahnya masih tinggal di bawah meja di kamar itu. Namun anehnya kenapa suara nyanyian gadis itu hanya terdengar di kamar 514, tidak ada yang tahu.

Pernah suatu hari aku ke lantai 6 untuk menemui teman-temanku, kami duduk di depan jendela besar di ujung ruangan. Ketika baru duduk beberapa menit, aku merasakan hembusan angin yang kuat menerpa padahal jendela besar di depan saat itu sedang terutup. Kemudian aku merasakan tanganku seperti tersentuh baju orang yang lewat, padahal saat itu tidak ada orang yang berjalan diantara kami. Teman-temanku juga merasakan hal yang sama, bahkan salah satu temanku yang punya indra keenam mengatakan kalau baru saja ada gadis berbaju putih lewat diantara kami. Katanya dulu gadis itu bunuh diri setelah melakukan aborsi dan masih sering terlihat bergentayangan di lantai 6. 

Namun dari semua kamar dan lantai di asramaku yang paling parah adalah kamar nomor 303 di lantai 3. Kamar ini dihuni oleh dua teman priaku, sebut saja namanya Sam dan Drew. Suasana di kamar ini sangat aneh, saat musim panas kamu akan kedinginan dan saat musim dingin kamu akan kepanasan jika memasuki kamar ini. Kamar ini juga memiliki nuansa cahaya merah walaupun temanku sudah sering mengganti bola lampu kamar agar sedikit lebih terang. Saat malam hari, tepatnya jam 1 malam, kedua temanku ini akan terbangun dan merasakan seperti ada orang yang mengawasi mereka, mereka biasanya akan terjaga sampai pagi karena tidak bisa tidur. 

Aku pun pernah mengalami kejadian ini, suatu malam aku tertidur disana dan terbangun tepat jam 1 malam. Aku mulai merasa takut karena seperti ada orang yang mengawasiku dan sepertinya tidak suka dengan keberadaanku disitu. Sialnya saat itu aku sendirian di kamar karena ternyata dua temanku pergi ke warnet untuk bermain game dan meninggalkanku disana. Segera saja aku pergi dari kamar itu dan kembali ke kamarku.

Sam punya teman di kampus lain, namanya Anna, yang memiliki indra keenam dan bisa berkomunikasi dengan arwah. Suatu hari kami melakukan Skype dengannya dan temanku memutar laptopnya untuk menunjukkan seisi kamar kepadanya. Namun tiba-tiba Anna berteriak dan menyuruh kami segera meninggalkan kamar, karena perasaan kami memang sudah tidak enak dari tadi maka tanpa basa-basi kami langsung kabur dari kamar itu. Menurut Anna, di dalam kamar 303 itu ada seorang gadis berbaju merah sedang duduk di atas koper Drew yang diletakkan di atas lemari. Ia memiliki rambut panjang dan terlihat sedang menatap salah satu teman perempuan kami dengan tatapan penuh kebencian. Katanya gadis itu benci akan kehadiran perempuan di kamar itu, maka Anna segera menyuruh kami meninggalkan kamar. Menurut Anna, selain gadis berbaju merah itu ada dua hantu lain yang tinggal di kamar itu, yaitu anak laki-laki berusia sekitar 6 dan 12 tahun yang memakai pakaian kuno seperti di film-film vampire Cina. 

Drew pernah melihat hantu anak laki-laki itu sekali. Katanya suatu malam tiba-tiba ia terbangun dan melihat anak laki-laki yang berusia 6 tahun itu berusaha untuk mencekiknya. Drew berhasil melepaskan diri dan menyalakan lampu, kemudian hantu anak laki-laki itu lenyap, saat itu Sam sedang tidak ada di kamar. Sedangkan Sam pernah melihat hantu anak laki-laki yang satunya berdiri di samping tempat tidurnya kemudian lenyap.

Setelah mendengar cerita Anna, kami memutuskan untuk menurunkan koper Drew dan ketika sampai di bawah kami melihat kalau koper Drew penyok permukaannya (padahal koper nya kaku dan keras), seperti sudah diduduki orang dalam waktu yang lama. Kami jadi lebih berhati-hati saat memasuki kamar 303, Sam dan Drew sendiri selalu mengucap salam saat masuk ke kamar dan setelah itu tak ada kejadian yang terjadi hingga Sam dan Drew pulang ke negara asal mereka.

Sialnya, saat semester baru aku dapat kamar tepat di depan kamar 303 yaitu kamar nomor 302. Saat itu setelah aku pulang ke Indonesia, ada teman yang membuka mata batinku sehingga aku bisa melihat hantu. Saat aku pergi ke kamar nomor 303, kulihat hanya tinggal dua anak laki-laki yang tersisa di kamar dan gadis berbaju merah itu sudah menghilang. Karena penasaran aku melakukan Skype dengan Drew dan memintanya untuk menunjukkan kopernya dulu. Dan ternyata dugaanku benar, hantu gadis berbaju merah itu tidak bisa berpisah dengan koper Drew dan ikut pulang bersamanya. Karena takut, Drew akhirnya menaruh koper itu di loteng rumahnya yang sudah tidak digunakan.

Toilet Tua Di Kampus

(Gambar Hanya Ilustrasi, bukan tempat kejadian sebenarnya) Kalau sudah libur, asrama disini, tidak peduli asrama putri ataupun putra, termas...